Tuan rumah bahkan sudah memimpin kurang dari seperempat jam usia pertandingan. Pelakunya adalah mantan pemain Real Madrid Angel Di Maria.
Derita luka Los Blancos belum berhenti. Bahkan lebih perih lagi sampai Di Maria mencatatkan gol keduanya menit 33. Thomas Meunier memastikan keunggulan Les Parisiens di penghujung laga.
Pelatih Real Madrid Zinedine Zidane mengakui keunggulan lawannya. Bahkan setelah klub kaya raya Prancis itu bermain tanpa bintangnya seperti Neymar, Mbappe dan Cavani.
"Kami kalah di banyak duel satu lawan satu dan itu membuat segala sesuatunya sangat rumit. PSG adalah tim bagus, mereka menciptakan peluang-peluang. Mereka superior atas kami di semua hal yang mereka lakukan, dan dalam intensitas, yang paling membuat saya kesal,” kata Zidane seperti dikutip dari situs resmi UEFA.
Secara penguasaan bola, kedua tim relatif berimbang dengan perbandingan 53%-47% untuk keunggulan tipis PSG. Tapi yang membedakan adalah efisiensi serangan.
PSG sembilan percobaan ke gawang dengan lima di antaranya tepat sasaran. Dari lima peluang mengarah ke gawang itu, tiga di antaranya berbuah gol. Sedangkan Madrid punya 10 percobaan namun tidak ada yang mengarah ke gawang.
Mungkin ‘peluang’ on target yang dicatatkan hanya dua kali oleh Madrid, yang seluruhnya dibatalkan. Yaitu sepakan Gareth Bale masuk gawang PSG, tetapi dianulir karena handball. Kemudian tembakan Karim Benzema yang dinilai wasit telah terlebih dulu offside.
Dikutip dari situs Opta mencatat bahwa sejak mereka mulai merangkum data di Liga Champions pada 2003/2004, ini adalah pertama kalinya Madrid gagal mencatatkan sepakan on target. Total ada 167 pertandingan dilalui untuk mengukir rekor buruk ini. (riz) Editor : Editor News