RADAR JOGJA - Sabtu Suci, yang juga dikenal sebagai Vigili Paskah, merupakan momen yang penuh makna dalam kalender liturgi Gereja Katolik.
Terletak di antara Jumat Agung dan Hari Raya Paskah, Misa Sabtu Suci menjadi puncak dari rangkaian Tri Hari Suci (Triduum) yang memperingati sengsara, wafat, dan kebangkitan Yesus Kristus.
Misa Sabtu Suci: Malam Kudus yang Penuh Harapan
Misa Sabtu Suci biasanya dimulai setelah matahari terbenam, melambangkan peralihan dari kegelapan menuju terang kebangkitan.
Liturgi ini dikenal sebagai Vigili Paskah, dan memiliki struktur yang unik serta penuh simbolisme:
1. Upacara Cahaya (Lucernarium)
Misa diawali dengan pemberkatan api baru di luar gereja, yang kemudian digunakan untuk menyalakan Lilin Paskah (Exsultet).
Lilin ini melambangkan Kristus sebagai Terang Dunia, yang mengalahkan kegelapan dosa dan maut.
2. Liturgi Sabda
Dalam bagian ini, umat mendengarkan bacaan Kitab Suci yang merentang dari kisah penciptaan di Kitab Kejadian hingga kebangkitan Yesus.
Bacaan-bacaan ini menggambarkan karya keselamatan Allah sepanjang sejarah.
3. Liturgi Baptis
Pada malam ini juga dilakukan pembaruan janji baptis dan sering kali disertai dengan pembaptisan orang dewasa yang telah menjalani katekumenat.
Ini menandakan lahir baru bersama Kristus.
4. Liturgi Ekaristi
Sebagai puncak dari Misa, umat menerima Tubuh dan Darah Kristus dalam suasana penuh sukacita atas kebangkitan-Nya.
Makna Rohani Sabtu Suci
Secara spiritual, Sabtu Suci adalah masa hening dan penantian.
Setelah Yesus wafat di salib pada Jumat Agung, umat Katolik merenungkan misteri kematian dan menanti kebangkitan-Nya dengan penuh iman.
Suasana ini mencerminkan harapan dalam kesunyian, bahwa terang akan datang setelah kegelapan.
Vigili Paskah kemudian menjadi perayaan kemenangan Kristus atas dosa dan kematian.
Kebangkitan-Nya menjadi dasar iman Kristiani dan sumber sukacita yang mendalam bagi seluruh umat.
Misa Sabtu Suci bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan perayaan yang kaya akan makna iman dan spiritualitas.
Momentum ini mengajak umat untuk merenungi perjalanan keselamatan dan menyambut kebangkitan Kristus dengan hati yang penuh syukur dan harapan baru. (Anicetus Awur)
Editor : Meitika Candra Lantiva