Cuaca Terasa Panas Sebelum Hujan? Ternyata Ini Faktanya!

As Syifa Dzihni Nafisa • Dipublikasikan Sabtu, 24 Oktober 2026 | 15:07 WIB
Hawa yang terasa panas sebelum hujan terjadi karena kelembapan udara yang sangat tinggi. (Sumber: Unsplash)
Cuaca yang terasa panas sebelum hujan terjadi karena kelembapan udara yang sangat tinggi. (Sumber: Unsplash)

 

RADAR JOGJA - Pernahkah Anda merasa cuaca di sekitar tiba-tiba menjadi panas, udara bikin gerah, sangat menyengat, lengket, dan membuat tubuh mudah berkeringat tepat sebelum hujan turun? 

Fenomena yang sering kita sebut sebagai rasa "sumuk" ini ternyata bukanlah perasaan kita belaka, tetapi merupakan sebuah peristiwa alam yang sangat menarik dan wajar terjadi.

Secara sederhana, rahasia di balik hawa panas sebelum hujan terletak pada proses pembentukan awan itu sendiri. 

Baca Juga: Unik! 6 Ciri Khas Joglo di Yogyakarta, Warisan Budaya yang Penuh Estetika

Di langit, uap air berkumpul dan mulai berubah wujud menjadi tetesan air yang lebih padat. 

Saat uap air berubah menjadi titik-titik air hujan, proses ini melepaskan energi panas ke udara di sekitarnya. 

Panas yang terlepas inilah yang kemudian bergerak turun dan merambat sampai ke permukaan tanah, sehingga kita yang berada di bawah bisa merasakan lonjakan suhu secara mendadak.

Selain panas yang terlepas dari awan, kelembapan udara yang sangat tinggi juga menjadi alasan utama mengapa tubuh kita terasa kurang nyaman. 

Baca Juga: Kolaps saat Latihan, Pelatih Bayern Munich Vincent Kompany Dirawat di Rumah Sakit

Saat hujan akan turun, udara di sekitar kita sudah dipenuhi oleh uap air.

Kondisi udara yang sudah penuh ini membuat keringat di kulit kita sulit untuk menguap. 

Padahal, menguapkan keringat adalah cara alami tubuh manusia untuk mendinginkan diri.

Karena keringat terperangkap di permukaan kulit dan tidak bisa menguap dengan cepat, kita pun merasa tubuh menjadi gerah, lengket, dan gerah secara bersamaan.

Keadaan ini semakin diperparah oleh hadirnya gumpalan awan mendung yang tebal dan berwarna gelap.

Awan tebal yang berada rendah di langit ini bekerja mirip seperti selimut raksasa. 

Baca Juga: Al Faisaly 1-3 Al Nassr, Ronaldo Klaim Golnya Meski Masih Diperdebatkan

Panas matahari yang sebelumnya sudah diserap oleh permukaan bumi seharusnya naik dan terlepas ke luar angkasa. 

Namun, karena terhalang oleh selimut awan tebal tersebut, panas tersebut akhirnya memantul kembali ke bawah dan terperangkap di dekat kita. 

Akibatnya, ruang tempat kita berdiri terasa seperti di dalam ruangan tertutup yang sedang dipanaskan.

Rasa tidak nyaman dan gerah ini sebenarnya adalah pertanda baik bahwa alam sedang bekerja.

Hawa panas tersebut merupakan tahap akhir dari persiapan langit sebelum meluapkan kesegarannya. 

Baca Juga: Cukup dengan Sewa Sepeda Rp 10 Ribu, Bisa Pit-pitan Menjelajahi Kota Jogja Malam Hari

Begitu tetesan air hujan akhirnya pecah dan jatuh membasahi bumi, aliran air dan angin segar akan segera menyapu uap air yang mengendap. 

Suhu udara pun akan turun dengan cepat, menggantikan rasa sumuk dengan aroma tanah yang khas serta kesejukan yang menenangkan. 

Editor : Meitika Candra Lantiva
cuaca terasa panas sebelum hujan fakta menarik cuaca Hujan