Bahaya Mikroplastik: Partikel Kecil yang Mengancam Kesehatan dan Lingkungan

Syofiyanti Ningsi Dg Parany • Dipublikasikan Rabu, 14 Oktober 2026 | 09:40 WIB
Bahaya mikroplastik yang cukup dekat dengan kehidupan sehari-hari. (Pinterest)
Bahaya mikroplastik yang cukup dekat dengan kehidupan sehari-hari. (Pinterest)

 

RADAR JOGJA - Plastik digunakan hampir setiap hari, mulai dari kemasan makanan hingga pakaian. 

Namun, plastik yang dibuang tidak sepenuhnya menghilang.

Seiring waktu, plastik dapat terpecah menjadi partikel sangat kecil yang disebut mikroplastik. Partikel ini telah ditemukan di lingkungan, makanan, air, bahkan tubuh manusia.

Mikroplastik adalah serpihan plastik berukuran kurang dari 5 milimeter.

Baca Juga: Atletico Madrid Hancurkan Manchester United di Metropolitano saat Leny Yoro Kartu Merah

Partikel ini berasal dari dua sumber utama, yaitu plastik yang sengaja dibuat berukuran kecil dan pecahan plastik berukuran besar yang terurai akibat panas, sinar matahari, atau gesekan.

Sumber mikroplastik cukup dekat dengan kehidupan sehari-hari, seperti pakaian berbahan sintetis, ban kendaraan, kemasan plastik, produk perawatan tubuh, serta sampah yang mencemari sungai dan laut.

Mikroplastik dapat masuk ke tubuh manusia melalui beberapa jalur:


•    Makanan dan minuman: Partikel ditemukan dalam berbagai bahan pangan, air minum, dan makanan laut.
•    Udara: Serat dan debu plastik dapat terhirup saat kita beraktivitas di dalam maupun luar ruangan.
•    Produk sehari-hari: Penggunaan dan keausan bahan plastik dapat melepaskan partikel ke lingkungan sekitar.

Baca Juga: Arsenal Hancurkan Lille saat Calvin Verdonk Masuk sebagai Pemain Pengganti di Emirates

Potensi Bahaya Mikroplastik bagi Kesehatan
1. Memicu peradangan
Paparan partikel mikroplastik berpotensi memicu peradangan dan stres oksidatif pada jaringan tubuh. Besarnya dampak pada manusia masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

2. Mengganggu sistem hormon
Beberapa bahan kimia yang digunakan dalam plastik, seperti BPA dan ftalat, diketahui dapat mengganggu sistem hormon. Namun, risiko dari paparan mikroplastik secara langsung masih terus dikaji.

3. Membawa zat pencemar
Mikroplastik dapat berinteraksi dengan berbagai zat pencemar di lingkungan, termasuk logam berat dan bahan kimia tertentu. Seberapa besar pengaruhnya terhadap kesehatan manusia masih belum sepenuhnya diketahui.

4. Berpotensi memengaruhi organ tubuh
Paparan partikel plastik melalui udara menjadi perhatian karena berpotensi memengaruhi sistem pernapasan. Sementara itu, dampaknya terhadap saluran pencernaan dan keseimbangan mikroorganisme usus masih diteliti.

Baca Juga: Siaga Darurat Kekeringan di Gunungkidul sampai November, Pakai BTT karena 92 Ribu Warga Terdampak

5. Dikaitkan dengan risiko penyakit jantung
Penelitian yang diterbitkan dalam New England Journal of Medicine pada 2024 menemukan hubungan antara keberadaan mikroplastik dan nanoplastik pada plak pembuluh darah dengan peningkatan risiko kejadian kardiovaskular tertentu. Namun, temuan tersebut belum membuktikan bahwa mikroplastik menjadi penyebab langsungnya.

Mikroplastik juga menjadi ancaman bagi ekosistem. Ikan, kerang, dan organisme laut lainnya dapat menelan partikel ini karena mengiranya sebagai makanan. Partikel tersebut juga mencemari tanah dan perairan, sehingga berpotensi mengganggu kehidupan organisme.

Karena plastik sulit terurai secara alami, pencemarannya dapat bertahan lama dan semakin sulit dikendalikan.

Cara Mengurangi Paparan Mikroplastik


Meski sulit dihindari sepenuhnya, ada beberapa kebiasaan yang bisa dilakukan untuk mengurangi paparan:
•    Kurangi penggunaan plastik sekali pakai.
•    Gunakan wadah kaca, keramik, atau baja tahan karat untuk menyimpan makanan.
•    Hindari memanaskan makanan dalam wadah plastik yang tidak dirancang untuk pemanasan.
•    Ganti wadah plastik yang sudah rusak atau aus.

Baca Juga: Harga Cabai Rawit Tembus Rp 70 Ribu per Kg, Gerakan Pangan Murah di Magelang Ludes dalam Sejam


•    Bersihkan rumah secara rutin untuk mengurangi debu.
•    Kurangi penggunaan produk yang mengandung butiran mikroplastik.
•    Pilah sampah dan buang plastik dengan benar agar tidak mencemari lingkungan.

Mikroplastik menjadi persoalan yang perlu diperhatikan karena keberadaannya semakin banyak ditemukan di lingkungan dan tubuh manusia.

Meski dampak kesehatannya belum sepenuhnya diketahui, mengurangi penggunaan plastik dan mengelola sampah dengan benar merupakan langkah yang dapat dilakukan sejak sekarang.

Perubahan sederhana, seperti membawa botol minum sendiri dan menggunakan wadah makanan yang sesuai, dapat membantu mengurangi sampah plastik.

Jika dilakukan secara konsisten oleh masyarakat, kebiasaan ini turut mendukung lingkungan yang lebih bersih dan sehat.

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
bahaya mikroplastik partikel kecil plastik Pencemaran Lingkungan Kesehatan plastik