Bencana alam kerap datang tanpa peringatan awal yang pasti. Dalam situasi darurat, kecepatan evakuasi menjadi kunci keselamatan.
Menyiapkan Tas Siaga Bencana (TSB) merupakan langkah antisipasi krusial yang perlu dilakukan siapa saja demi menjamin kelangsungan hidup selama masa kritis.
Langkah awal dapat dimulai dengan memilih jenis tas berbahan tahan air (waterproof) serta berkapasitas cukup penampung kebutuhan dasar selama tiga hari.
Barang utama yang wajib masuk terlebih dahulu adalah dokumen-dokumen penting seperti akta kelahiran, ijazah, hingga surat tanah yang terbungkus plastik kedap air.
Selanjutnya, siapkan pula perlengkapan diri berupa pakaian lengkap untuk tiga hari, mencakup pakaian dalam, jaket tebal, handuk, serta jas hujan.
Baca Juga: Malam-Malam ke Jogja? Coba Berburu Barang Unik dan Antik di Pasar Senthir Malioboro
Kebutuhan fisik juga harus ditunjang dengan logistik pangan berupa air minum secukupnya dan makanan tahan lama seperti biskuit atau mie instan.
Selain itu, kotak P3K berisi obat-obatan pribadi, plester, cairan antiseptik, dan masker tidak boleh terlewatkan.
Untuk mengantisipasi area yang terisolasi, sertakan alat penerangan seperti senter beserta baterai cadangan, lilin, dan korek api.
Akses informasi dan komunikasi pascabencana tetap perlu dipantau secara berkala. Oleh karena itu, pastikan membawa charger dan powerbank dengan daya terisi penuh.
Jangan lupa menyisipkan uang tunai untuk transaksi darurat saat sarana perbankan terganggu, serta sebuah peluit sebagai alat bantu untuk memberi sinyal suara saat membutuhkan pertolongan tim SAR.
Editor : Bahana.