RADAR JOGJA – Setiap Apple meluncurkan iPhone baru, perhatian publik biasanya langsung tertuju pada perangkat tersebut. Mulai dari desain, kamera, fitur baru, sampai harganya ramai dibicarakan.
Tapi ada satu hal menarik yang mungkin jarang diperhatikan. Ramainya peluncuran iPhone ternyata juga bisa ikut membawa dampak ke bisnis hotel, terutama di kota atau negara yang menjadi lokasi penjualan lebih awal.
Bukan berarti setiap iPhone baru dirilis kemudian semua hotel langsung mengalami kenaikan pendapatan. Tingkat hunian hotel tetap dipengaruhi banyak hal. Namun, ketika banyak orang datang ke suatu kota untuk mendapatkan produk terbaru, kebutuhan tempat menginap juga bisa ikut meningkat.
Apple baru saja memperkenalkan iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max pada 9 September 2026. Dua perangkat tersebut membawa sejumlah peningkatan, termasuk kamera utama 48MP Fusion dengan variable aperture, performa yang ditunjang chip A20 Pro, serta peningkatan daya tahan baterai. Pre-order dibuka mulai 12 September, sedangkan penjualan dimulai 18 September di sejumlah negara.
Momen seperti ini biasanya menjadi perhatian penggemar Apple. Apalagi bagi mereka yang ingin mendapatkan perangkat terbaru lebih awal. Jika produk belum tersedia di daerah tempat tinggalnya, sebagian konsumen bisa saja memilih bepergian ke kota atau negara yang sudah lebih dulu mendapatkan penjualan.
Baca Juga: Kylian Mbappe Kritik Meme yang Menggambarkan Dirinya Sebagai Diktator
Dari sini, bisnis hotel bisa ikut terkena dampaknya.
Orang yang datang dari luar daerah tentu membutuhkan tempat untuk beristirahat. Hotel yang berada dekat pusat perbelanjaan, toko penjualan produk, atau lokasi kegiatan teknologi bisa menjadi pilihan karena lebih mudah dijangkau.
Bukan hanya pembeli yang bisa datang. Ada juga media, pembuat konten, penggemar teknologi, hingga pelaku industri yang ingin mengikuti berbagai aktivitas setelah produk diperkenalkan.
Fenomena seperti ini sebenarnya sudah pernah menjadi perhatian saat peluncuran iPhone generasi sebelumnya. Penggemar yang ingin mendapatkan perangkat lebih awal dapat melakukan perjalanan ke kota atau negara yang lebih dulu menyediakan produk. Selama berada di sana, mereka tentu membutuhkan akomodasi dan kebutuhan lainnya.
Baca Juga: Di Balik Manisnya Jeruk Karo, Ada Perjuangan Petani Merawat Hasil Bumi dari Tanah Karo
Menariknya, alasan orang rela melakukan perjalanan untuk membeli iPhone juga tidak selalu karena kebutuhan mengganti ponsel. Ada rasa penasaran, gengsi, sampai keinginan menjadi salah satu pengguna pertama yang memiliki perangkat terbaru.
Media sosial juga ikut membuat fenomena tersebut semakin terlihat. Ketika seseorang sudah mendapatkan iPhone terbaru dan membagikan pengalaman pembelian atau unboxing, orang lain bisa ikut penasaran.
Dari satu peluncuran produk, akhirnya muncul pergerakan orang yang lebih luas. Mereka membutuhkan transportasi, makanan, tempat menginap, bahkan tempat untuk membuat konten.
Meski begitu, kenaikan okupansi hotel tidak bisa langsung disebut hanya karena iPhone. Ada banyak faktor lain seperti liburan, konser, pameran, acara olahraga, maupun kegiatan bisnis yang juga dapat membuat hotel lebih ramai.
Karena itu, fenomena iPhone dan hotel lebih tepat dilihat sebagai salah satu dampak tidak langsung dari tingginya perhatian terhadap produk teknologi.
Baca Juga: Ruben Amorim Puji Luka Modric Meski sudah Berumur: Dia Membaca Permainan Lebih Baik dari Siapapun
Sebuah ponsel baru ternyata tidak hanya soal perangkat dan fitur. Ketika banyak orang rela bepergian untuk mendapatkannya lebih cepat, bisnis di sekitar lokasi penjualan juga berpeluang ikut merasakan ramainya momen tersebut.
Jadi, saat perhatian publik tertuju pada iPhone terbaru, hotel dan usaha lain di sekitarnya juga bisa saja ikut mendapatkan berkah dari ramainya pergerakan konsumen.
(Maria Margaretha Nirong Gedo)
Editor : Iwa IkhwanudinSumber : Berbagai Sumber