RADAR JOGJA – Pernah merasa cuma mau buka TikTok sebentar, tetapi akhirnya malah scroll cukup lama? Belum selesai melihat satu tren, sudah muncul tren lain. Mulai dari makanan viral, tempat nongkrong, lagu, gaya berpakaian, sampai berbagai tantangan yang ramai diikuti pengguna.
Semakin sering melihat konten seperti itu, terkadang muncul perasaan takut ketinggalan. Apalagi ketika teman atau orang yang diikuti juga ikut mencoba tren tersebut. Rasanya seperti harus tahu apa yang sedang ramai, bahkan ikut mencobanya agar tidak merasa tertinggal.
Perasaan seperti itu dikenal dengan istilah Fear of Missing Out (FOMO). Sederhananya, FOMO merupakan rasa khawatir ketika merasa tertinggal dari sesuatu yang sedang dilakukan atau dinikmati orang lain.
Di media sosial, perasaan tersebut bisa semakin mudah muncul karena pengguna terus mendapatkan berbagai informasi baru. Salah satunya melalui halaman For You Page (FYP) TikTok.
TikTok menjelaskan, video yang muncul di FYP tidak ditampilkan secara acak. Sistem rekomendasi mempertimbangkan sejumlah aktivitas pengguna, seperti video yang ditonton, disukai, dibagikan, hingga jenis konten yang sering berinteraksi dengan pengguna.
Baca Juga: 14 Tahun UUK DIY, Memetri Kaistimewan, Merawat Yogya dari Paseban hingga Malioboro
Dengan sistem tersebut, pengguna akan lebih sering menemukan konten yang dianggap sesuai dengan minatnya.
Contohnya, ketika seseorang beberapa kali menonton video tentang tempat makan yang sedang viral, FYP kemudian bisa dipenuhi konten yang masih berhubungan. Ada video review makanan, pengalaman pengunjung, rekomendasi menu hingga konten kreator lain yang membahas tempat tersebut.
Awalnya mungkin hanya sekadar penasaran. Namun, karena konten serupa terus muncul, pengguna bisa merasa seolah-olah tren tersebut sedang diikuti hampir semua orang.
Padahal, belum tentu demikian.
Baca Juga: Lansia Dilaporkan Hilang, Dua Hari Kemudian Ditemukan Meninggal di Sungai Opak
Apa yang muncul di FYP merupakan hasil dari sistem rekomendasi yang disesuaikan dengan aktivitas masing-masing pengguna. Artinya, isi FYP setiap orang bisa berbeda.
Masalahnya, paparan terhadap tren secara terus-menerus dapat membuat seseorang merasa harus ikut mengikuti perkembangan terbaru. Misalnya, ketika melihat banyak orang membeli barang tertentu, muncul keinginan untuk ikut membeli. Begitu juga ketika sebuah tempat sedang viral, ada rasa penasaran untuk datang hanya karena takut menjadi satu-satunya yang belum pernah ke sana.
FOMO akhirnya bukan hanya soal ingin mengetahui sebuah tren. Dalam beberapa kondisi, perasaan tersebut juga bisa memengaruhi keputusan sehari-hari, mulai dari cara menggunakan waktu hingga keputusan untuk membeli sesuatu.
Karena itu, pengguna perlu lebih sadar ketika menggunakan media sosial. Tidak semua hal yang muncul berkali-kali di FYP berarti sedang dilakukan semua orang.
TikTok sendiri menyediakan sejumlah fitur yang memungkinkan pengguna mengatur kembali rekomendasi kontennya. Salah satunya dengan memilih opsi “Not interested” ketika menemukan video yang tidak ingin dilihat. Pengguna juga dapat menyegarkan kembali rekomendasi FYP jika merasa konten yang muncul sudah tidak sesuai.
Selain mengatur rekomendasi, membatasi waktu bermain media sosial juga bisa menjadi pilihan. Sesekali berhenti scrolling dan melakukan aktivitas lain dapat membantu agar perhatian tidak terus tertuju pada tren yang sedang ramai.
Baca Juga: Lansia Dilaporkan Hilang, Dua Hari Kemudian Ditemukan Meninggal di Sungai Opak
Pada akhirnya, mengikuti tren sebenarnya tidak selalu menjadi masalah. Mengikuti tren bisa menjadi hiburan atau cara menemukan hal-hal baru. Yang perlu diperhatikan adalah alasan di balik keputusan tersebut.
Kalau memang tertarik, silakan ikut. Namun, kalau hanya karena takut dianggap ketinggalan, mungkin tidak ada salahnya berpikir ulang.
Sebab, tidak semua yang viral harus dicoba dan tidak semua tren harus diikuti. Kadang, merasa tertinggal di media sosial hanya karena kita terlalu sering melihat apa yang sedang dilakukan orang lain.
(Maria Margaretha Nirong Gedo)
Editor : Iwa IkhwanudinSumber : Berbagai Sumber