Bukan Sekadar Naik Gunung, Alam Jadi Tempat Anak Muda Menemukan Ketenangan

Maria Margaretha Nirong Gedo • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 15:24 WIB
Bukan Sekadar Naik Gunung, Alam Jadi Tempat Anak Muda Menemukan Ketenangan
Bukan Sekadar Naik Gunung, Alam Jadi Tempat Anak Muda Menemukan Ketenangan

 RADAR JOGJA-Pagi hingga sore berkutat dengan pekerjaan atau kuliah, malam masih berhadapan dengan layar ponsel dan berbagai tuntutan. Di tengah rutinitas yang tidak ada habisnya, sebagian anak muda memilih meninggalkan keramaian dan menggantinya dengan jalan setapak, udara dingin, suara angin, serta pemandangan dari ketinggian.

Bagi sebagian anak muda, naik gunung bukan hanya tentang mencapai puncak. Ada alasan lain yang membuat mereka rela berjalan berjam-jam, melewati jalur yang menanjak, membawa beban di punggung, dan menahan rasa lelah. Alam menjadi tempat yang dianggap mampu memberikan ketenangan ketika kehidupan sehari-hari terasa terlalu penuh.

Di tengah suasana alam yang jauh dari hiruk-pikuk kota, mereka bisa mengambil waktu untuk diri sendiri. Ponsel yang biasanya tidak pernah jauh dari tangan perlahan tidak lagi menjadi pusat perhatian. Tidak ada tuntutan untuk segera membalas pesan, tidak ada pekerjaan yang harus diselesaikan saat itu juga, dan tidak ada keharusan untuk terus mengikuti apa yang sedang terjadi di media sosial.

Bagi sebagian pendaki, suasana alam memberikan kesempatan untuk berhenti sejenak dari rutinitas. Setelah berhari-hari menjalani aktivitas yang padat, berjalan di tengah pepohonan dan menikmati udara terbuka menjadi pengalaman yang berbeda.

Mendaki juga tidak selalu tentang siapa yang paling cepat sampai. Ketika tubuh mulai lelah, berhenti untuk mengambil napas menjadi bagian dari perjalanan. Setiap orang memiliki kemampuan dan kecepatan yang berbeda.

Baca Juga: Pertamina Batal Wajibkan STNK untuk Beli BBM Subsidi, Ini Aturan Terbarunya

Suasana kebersamaan juga menjadi daya tarik tersendiri. Di jalur pendakian, pendaki yang sebelumnya tidak saling mengenal bisa saling menyapa, berbagi air minum atau makanan, hingga membantu ketika ada yang mengalami kesulitan.

Momen seperti menunggu matahari terbit, duduk bersama setelah melewati jalur panjang, atau menikmati langit malam menjadi pengalaman yang sering kali lebih diingat dibandingkan sekadar foto dari puncak.

Meski begitu, kegiatan mendaki tetap membutuhkan persiapan. Dokter dari UMY mengingatkan pendaki untuk memperhatikan kondisi tubuh dan risiko hipotermia, terutama ketika berada di lingkungan dengan suhu rendah.

Artinya, mencari ketenangan di alam tetap harus dilakukan dengan persiapan yang matang. Kondisi fisik, perlengkapan, cuaca, hingga informasi mengenai jalur pendakian perlu diperhatikan sebelum berangkat.

Baca Juga: Link Live Streaming Bali United vs PSS Sleman, Upaya Kedua Tim Incar Poin Perdana di Dipta

Ketika kembali ke kota, rutinitas kuliah, pekerjaan, tugas, dan aktivitas di media sosial kembali menunggu. Namun, perjalanan ke alam memberikan kesempatan bagi sebagian anak muda untuk mengambil jeda dari kesibukan tersebut.

Pada akhirnya, mendaki gunung bukan hanya tentang mencapai puncak. Ada perjalanan, kebersamaan, dan waktu untuk menikmati suasana yang jarang ditemukan di tengah kehidupan kota.

Alam memang tidak serta-merta menyelesaikan persoalan. Namun, bagi sebagian anak muda, berada jauh dari keramaian menjadi cara sederhana untuk menarik napas, menikmati perjalanan, lalu kembali menjalani rutinitas dengan pikiran yang lebih segar.

(Maria Margaretha Nirong Gedo) 

Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Berbagai Sumber
anak muda pegunungan healing keramaian pekerjaan