Inovasi Komunitas SkeNU Jogja: Sulap Catatan Ngaji Jadi Buku Panduan Shalat 'Teknologi Diri'

Rayhan Nafi Ulwan • Dipublikasikan Sabtu, 15 Agustus 2026 | 19:06 WIB
Buku Panduan Salat Anak Skena. (Instagram/ SkeNU Official)
Buku Panduan Salat Anak Skena. (Instagram/ SkeNU Official)

 

RADAR JOGJA - Komunitas pemuda Nahdlatul Ulama asal Jogja, SkeNU, menghadirkan terobosan unik dalam media dakwah keagamaan.

Melalui karya terbaru bertajuk Zine Vol 3: Panduan Shalat Anak Skena, mereka menyajikan tata cara sekaligus makna ibadah shalat menggunakan bahasa kekinian dan pendekatan kultur anak muda masa kini.

Inisiator sekaligus Koordinator SkeNU, Doel Rohman (Dul), mengungkapkan buku tersebut berawal dari catatan diskusi santai para anggota komunitas saat menimba ilmu agama di Pondok Pesantren Budaya Kaliopak di bawah bimbingan Kiai Jadul.

Semula, penyusunan naskah ini difungsikan sebagai dokumentasi internal atas proses belajar mereka di pesantren.

Baca Juga: Hari Jadi Ke-81 Jateng: Berkat Program Speling, Jarak Tak Lagi Bikin Pusing

Tetapi mereka justru menemukan prespektif baru.

Ditulis dari sudut pandang reflektif, karya yang dirilis sejak Maret lalu ini menghadirkan pendulum baru dalam mengemas pengalaman spiritual agar lebih relevan bagi generasi muda.

"Kami menemukan perspektif bahwa shalat sangat penting untuk diinternalisasi secara personal, sebuah rumusan atau 'teknologi diri' agar manusia bisa hidup selaras dengan alam," terang Dul dikutip dari jabar.nu.or.id.

Buku panduan berbentuk zine ini dirancang dengan kemasan visual yang segar agar nilai-nilai keagamaan terasa lebih dekat dengan keseharian generasi muda tanpa mengesampingkan kaidah syariat.

Publikasi alternatif ini lahir dari kolaborasi antara penulis Durrahman dan ilustrator Muhammad Iqbal.

Baca Juga: Hari Jadi ke-81 Jateng: Ekonomi Makin Gemilang, Angka Kemiskinan Terus Berkurang

Genggam Konsep Mandiri dan Kreatif

Proses produksi buku sepenuhnya mengandalkan potensi anggota SkeNU yang mayoritas berlatar belakang pekerja kreatif.

Naskah utama yang ditulis oleh Dul diselaraskan oleh tim penyunting, dipadukan dengan sentuhan visual karya ilustrator Iqbal Mastermind, serta dirancang tata letaknya oleh Nabil sebelum masuk ke meja cetak.

SkeNU sengaja tidak mengikutsertakan pemuka agama atau ustadz senior dalam penyusunan materi.

Langkah ini diambil karena isi buku berfokus pada rekam jejak interpretasi personal para anggota dalam memaknai ibadah, bukan sebagai rujukan hukum Islam formal.

"Pendekatannya tidak sekaku buku fikih konvensional. Kami ingin mengajak diri sendiri dan pembaca merefleksikan kembali makna shalat serta signifikansinya bagi kehidupan pribadi," imbuhnya.

Baca Juga: Kenapa Saat Upacara Bendera Ada yang Berdiri dan Ada yang Diperbolehkan Duduk?

Pilihan media zine sengaja diambil sebagai bentuk publikasi yang lebih santai dan fleksibel dibanding majalah cetak konvensional.

Sebelum volume ini terbit, SkeNU telah merilis dua edisi terdahulu yang mengulas topik Doa Anak Skena serta isu kemanusiaan Palestina.

Inisiatif ini bertujuan untuk membantu anak muda memahami hakikat ibadah melalui penyampaian pesan yang relevan dan tidak kaku.

Meski dikemas dengan bahasa dan desain modern, fokus perubahan hanya terletak pada media serta gaya penyampaiannya, sementara tata cara shalat tetap mengacu pada syariat Islam yang baku.

Melalui inovasi media alternatif ini, pesan-pesan spiritual diharapkan dapat diterima secara lebih terbuka oleh kalangan anak muda pop-kultur tanpa batasan gaya hidup.

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
Komunitas SkeNU Jogja Panduan Shalat Anak Skena inovasi Jogja Nahdlatul Ulama