Pramuka Identik dengan Tali-temali, Morse, Semafor, Tetap Berguna meski Terlihat Sepele

Adib Lazwar Irkhami • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 20:45 WIB
MANDIRI: Siswa saat mendirikan tenda dalam acara Festival Pramuka Jogja (FPJ) di Bumi Perkemahan Babarsari Juli lalu.RIZKY WAHYU/RADAR JOGJA 
MANDIRI: Siswa saat mendirikan tenda dalam acara Festival Pramuka Jogja (FPJ) di Bumi Perkemahan Babarsari Juli lalu.RIZKY WAHYU/RADAR JOGJA 
 

Hari Pramuka diperingati setiap tanggal 14 Agustus. Tali-temali, morse hingga semafor identik dengan kegiatan Pramuka. Di era digital sekarang ini, apakah kegiatan-kegiatan itu masih relevan? Apa kegunaan langsung dalam kehidupan sehari-hari?

KEBUMEN - Pradana Putra Pramuka SMAN 2 Kebumen Akmal Fauzan tak membenarkan pembelajaran tali-menali dalam kegiatan kepramukaan dianggap kurang berguna. Meski kerap diabaikan, ilmu membuat pola tali suatu saat akan bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.

Akmal menyatakan, berbagai simpul dan ikatan yang kerap dipelajari dalam kegiatan Pramuka bukan hanya digunakan untuk kebutuhan perkemahan saja. Melainkan juga dapat menyelesaikan berbagai pekerjaan sederhana.

Kemampuan tali-menali, menurut dia, juga dapat digunakan ketika sedang menghadapi keadaan darurat. "Kelihatan sepele, tapi pasti berguna. Bisa diimplementasikan ke banyak hal," ucapnya kepada Radar Jogja, Jumat (14/8/2026).

Baca Juga: Tiga Hari Jelang HUT ke-81 RI, Para Pemuda di Jogja Suarakan Kritik ke Pemerintah

Akmal mengatakan, banyak ilmu yang diperoleh dari belajar tali-menali. Di samping itu, butuh waktu bagi seseorang untuk menguasai kemampuan tali-menali karena terdapat beberapa jenis pola yang perlu dikuasai yakni ikatan, simpul dan jerat.

LATIH KETERAMPILAN: Dua anggota pramuka SMAN 2 Kebumen, Akmal Fauzan dan Desi Alfi menegaskan belajar tali menali bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari. (M. Hafied/Radar Jogja)
LATIH KETERAMPILAN: Dua anggota pramuka SMAN 2 Kebumen, Akmal Fauzan dan Desi Alfi menegaskan belajar tali menali bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari. (M. Hafied/Radar Jogja)

 

"Setiap jenis penggunaan dan peruntukan berbeda. Harus sering belajar, mengingat pola simpulnya seperti apa," jelas pelajar kelas XI itu.

Pradana Putri Pramuka SMAN 2 Kebumen Desi Alfi menegaskan, tidak ada kerugian mempelajari tali-menali. Selain mengasah keterampilan, manfaat dari belajar membuat pola tali juga melatih ketelitian dan kesabaran.

Baca Juga: Peringati HUT RI, 68 Karya Fotografi Bertajuk Kemerdekaan Dipamerkan di Titik Nol Kilometer

Kemampuan itu juga berkaitan erat dengan kemandirian. "Bermanfaat, ketika misal mau perbaiki barang yang cukup pakai tali," ujarnya.

Alfi menerangkan, dalam Pramuka bekal kemampuan tali-menali sering digunakan untuk berbagai keperluan saat berkemah. Misaknya mendirikan tenda, membuat konstruksi sederhana menggunakan bambu hingga membuat tandu darurat.

Belajar tali-menali, menurutnya, banyak nilai positif. Dengan keahlian itu akan meningkatkan kemampuan memecahkan masalah. Selain itu sebagai bekal menghadapi kondisi tertentu di alam terbuka tanpa bergantung kepada bantuan orang lain.

 "Pas Pramuka bisa buat sebuah pioneering. Di rumah, contoh berguna pas jemuran, rak sepatu dan sebagainya," ucapnya. (fid/laz)

 

Editor : Herpri Kartun
Sumber : radar jojga
SMAN 2 Kebumen tali menali lifestyle Pramuka hari pramuka