Kebaya Janggan, Ciri Khas Kebaya Yogyakarta yang Perlu Diketahui di Hari Kebaya Nasional

Azri Ghaida Nur Ilya Nahdi • Dipublikasikan Sabtu, 25 Juli 2026 | 10:57 WIB
Kebaya Janggan khas Yogyakarta. (ISTIMEWA)
Kebaya Janggan khas Yogyakarta. (ISTIMEWA)

 

RADAR JOGJA - Indonesia baru saja memperingati Hari Kebaya Nasional setiap 24 Juli.

Peringatan ini sesuai Keputusan Presiden Nomor 19 Tahun 2023 yang ditandatangani Presiden Joko Widodo pada 4 Agustus 2023.

Tanggal ini dipilih untuk mengenang momentum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) ke-10 pada 24 Juli 1964.

Pada saat itu lebih dari 7.000 perempuan Indonesia hadir mengenakan kebaya sebagai identitas nasional dan dihadiri langsung Presiden Soekarno.

Baca Juga: IOC Tolak Selidiki Gianni Infantino atas Dugaan Campur Tangan Donald Trump di FIFA


Yogyakarta sendiri memiliki desain kebaya yang khas, yaitu bagian depan menutup atau mengunci hingga meruncing ke bawah saat dikancingkan.

CIri khas itu tidak muncul begitu saja, melainkan jejak dari Perjanjian Giyanti tahun 1755 yang memecah Kerajaan Mataram menjadi Kasunanan Surakarta dan Kesultanan Yogyakarta.

Sejak saat itu, kedua keraton mengembangkan identitas busananya masing-masing, termasuk dalam detail sekecil arah lipatan kain jarik (wiru), hingga kemiringan motif batik parang yang dikenakan.


Kebaya Keraton Yogyakarta kini lebih banyak menggunakan brokat, khususnya untuk acara hajat di dalam lingkungan keraton.

Salah satu jenis kebaya paling khas dari Yogyakarta adalah kebaya Janggan.

Baca Juga: Nicolas Otamendi Pensiun dari Tim Nasional Argentina

Kebaya berwarna hitam pekat dengan kerah tinggi tegak yang nyaris menutupi seluruh leher pemakainya.


Nama "janggan" sendiri diambil dari kata Jawa "jangga" yang berarti leher.


Konon, kebaya ini dulunya dikenakan oleh Ratna Ningsih, istri Pangeran Diponegoro.

Sempat juga digunakan untuk menyembunyikan patrem, senjata kecil mirip keris, sebagai bagian dari perlawanan.


Kini, kebaya Janggan identik dengan busana estri punakawan atau abdi dalem perempuan Keraton Yogyakarta.

Baca Juga: Andoni Iraola Rombak Staff Kepelatihan Liverpool

Sering dikenakan dalam upacara penting seperti hajat dalem saat sungkeman Idul Fitri maupun caos bekti, upacara penghormatan kepada raja.


Di tengah peringatan Hari Kebaya Nasional yang dirayakan seluruh Indonesia, warga Yogyakarta punya alasan lebih untuk bangga.


Bukan cuma soal kebaya sebagai identitas nasional, tapi juga warisan lokal dengan ciri khasnya tersendiri. Mulai dari detail kerah, bahan, hingga kisah di baliknya.

Editor : Meitika Candra Lantiva
Hari Kebaya Nasional kenaya janggan kebaya khas Yogyakarta perjanjian giyanti kebaya