RADAR JOGJA - Aktivitas harian sering kali ditemani melodi musik.
Mulai dari membersihkan kamar, menembus kemacetan jalan raya, hingga fokus mengejar tenggat pekerjaan, musik sering kali menghidupkan suasana.
Bagi sebagian besar orang, mendengarkan alunan nada favorit mungkin hanya dianggap sebagai sarana pengusir sepi atau hiburan belaka.
Namun, di balik keindahan melodi yang masuk ke telinga, ada keajaiban biologis yang sedang terjadi di dalam tubuh kita.
Musik bukan sekadar pengisi kesunyian, melainkan suplemen gratis bagi kesehatan mental dan fisik.
Baca Juga: Panduan Praktis Merawat Ikan Cupang bagi Pemula agar Tetap Sehat dan Cantik
Berikut beberapa manfaat mendengarkan musik bagi kesehatan
1. Pereda Stres dan Kecemasan yang Ampuh
Saat menjalani hari yang melelahkan, otak kita kerap kali dipenuhi oleh hormon stres.
Menariknya, mendengarkan musik mampu menurunkan kadar stres tersebut secara signifikan.
Ketika melodi yang menenangkan mengalun, detak jantung yang tadinya berpacu cepat lambat laun akan melambat dan otot-otot yang tegang menjadi lebih rileks.
Tidak heran jika terapi musik kini makin banyak dilirik oleh para praktisi kesehatan untuk membantu orang-orang yang berjuang melawan gangguan kecemasan.
Baca Juga: Lagi, PKB Sleman Ubah Cara Pandang Generasi Muda terhadap Politik lewat Sekolah Kader Perubahan
2. Memicu Hormon Kebahagiaan
Saat kita mendengarkan lagu yang kita sukai, otak akan melepas dopamin, yaitu senyawa kimia yang bertanggung jawab atas rasa senang, motivasi, dan penghargaan diri.
Musik bertindak sebagai stimulan alami yang memberi energi instan saat suasana hati sedang muram.
3. Meningkatkan Fokus dan Dongkrak Produktivitas
Bagi para pekerja kreatif atau pelajar, musik sering kali menjadi senjata andalan untuk meningkatkan fokus.
Fenomena ini berkaitan dengan bagaimana musik membantu memblokir gangguan suara dari luar dan menenangkan bagian otak yang mudah teralih.
Baca Juga: Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah, Ketua DPD PAN Sleman: Mengejutkan Bagi Kami
4. Menjaga Ketajaman Otak hingga Hari Tua
Musik adalah salah satu dari sedikit aktivitas yang mampu mengaktifkan hampir seluruh area otak secara bersamaan.
Karena melatih otak secara menyeluruh, kebiasaan mendengarkan atau bermain musik bertindak seperti senam otak.
Dalam jangka panjang, kebiasaan ini dapat membantu menjaga ingatan tetap tajam dan memperlambat penurunan fungsi kognitif pada lansia.
Meskipun kaya akan manfaat, kita tetap harus memperhatikan keamanan yang aman saat mendengarkan musik, terutama jika menggunakan penyumbat telinga.
Pastikan volumenya tidak melebihi 60 persen dari kapasitas maksimal dan beri jeda istirahat bagi telinga setiap satu jam sekali untuk menghindari risiko gangguan pendengaran.
Editor : Meitika Candra Lantiva