Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tren Khimar Bandana Fashion Syar'i yang Kian Digandrungi Muslimah dari Kalangan Muda hingga Ibu-Ibu

Iwan Nurwanto • Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:00 WIB
Tren penggunaan khimar bandana. www.google.com
Tren penggunaan khimar bandana. www.google.com

 

JOGJA - Fenomena penggunaan khiban tidak lagi terbatas pada segmen pakaian syar’i. Kini meluas ke berbagai kalangan berkat pengaruh media sosial dan influencer.

Dari sisi demografi pelanggan salah satu usaha jilbab di Sleman, antusiasme pemakai produk jilbab itu mulai rentang usia muda 20 tahun hingga ibu-ibu usia 40-an.

Owner Jennamira Niken Widiyanti mengatakan, khimar jenis khiban sebenarnya sudah diproduksi oleh usahanya sejak dua tahun lalu. Namun lonjakan penjualan baru terasa signifikan dalam kurun waktu setahun terakhir.

Baca Juga: Tren Khiban Mulai Menguat dari Fashion Statement Menuju Gaya Hidup Muslimah, Selmadena: Fleksibel tapi Sesuai Syariat

“Memang waktu itu belum seterkenal sekarang. Pastinya tren sekarang sangat dipengaruhi oleh influencer,” ujarnya melalui sambungan telepon, Jumat (22/5/2026).

Pemilik usaha jilbab di Purwomartani, Kalasan, Sleman, itu mengungkapkan, dahulu khiban hanya dikenal di kalangan produsen pakaian syar’i. Kemudian berkat padu padan gaya yang ditampilkan para influencer di media sosial, kini salah satu jenis khimar itu menjadi pilihan modest fesyen yang digemari banyak kalangan.

“Sekarang, bahkan modest fesyen yang niche-nya bukan pakaian syar’i pun akhirnya ikut menggunakan khiban. Mereka memadukannya dengan gaya yang lebih fleksibel, tidak melulu dengan gamis syar’i,” jelasnya.

Baca Juga: Pemkab Bantul Akan Menata Rute Jip Gumuk Pasir Parangtritis agar Gumuk Pasir Bisa Tumbuh secara Optimal

Mengenai harga khiban, Niken menyebut variasi harga di pasaran sangat bergantung pada kualitas bahan yang digunakan. Di Jennamira sendiri produk tersebut dibanderol dengan kisaran harga Rp 150.000 hingga Rp 200.000.

Sebagai informasi, Jennamira telah memasuki tahun ketiga dalam industri fesyen syar’i. Sebelumnya mereka beroperasi di Jakarta, namun usaha tersebut kini menetap di Jogja selama satu tahun terakhir dengan layanan penjualan pasar lokal dan nasional secara daring maupun langsung.

“Kalau dulu produk best seller kami adalah french khimar, kini penjualan tertinggi bergeser ke khimar bandana,” jelas Niken. (inu/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#tren khiban #syar'i #anak muda #muslimah #fashion