RADAR JOGJA - Menunda-nunda mengerjakan tugas kuliah atau sering disebut prokrastinasi merupakan penyakit musiman yang menyerang hampir semua mahasiswa.
Alih-alih membuka laptop untuk mengetik makalah, tetapi asik scrolling media sosial atau menonton video viral berjam-jam.
Fenomena ini menarik perhatian karena dampaknya tidak main-main, tetapi anehnya tetap saja sering dianggap sepele.
Banyak orang mengira menunda tugas adalah tanda bahwa mahasiswa tersebut malas.
Padahal prokrastinasi lebih berkaitan dengan ketidakmampuan mengelola emosi dan rasa cemas.
Ketika melihat deretan tugas yang menumpuk, otak otomatis merasa tertekan.
Akhirnya, mencari pelarian instan yang membuat senang, seperti bermain game atau nongkrong di kafe.
Jebakan Bernama The Power of Kepepet
Mahasiswa yang memilih mengerjakan tugas di detik-detik terakhir sebelum deadline memang memicu adrenalin, tapi hasil akhirnya jarang bisa maksimal.
Artikel atau analisis yang dibuat terburu-buru biasanya penuh dengan salah ketik, argumen yang bolong-bolong, dan minim kedalaman materi.
Belum lagi kalau jika koneksi internet mati atau laptop mendadak hang saat akan submit tugas.
Baca Juga: Jeremy Doku Siap Perkuat Belgia di Piala Dunia 2026 Meski Sempat Dikabarkan Alami Masalah Pernapasan
Jika kebiasaan ini dipelihara, dampaknya akan merembet ke mana-mana.
1. Nilai Akademik Merosot
Tugas yang dikerjakan asal-asalan tentu mendapat apresiasi seadanya dari dosen.
Oleh sebab itu, nilai akademik cenderung merosot karena dikerjakan tidak maksimal.
2. Stres dan Imun Tubuh Turun
Kurang tidur karena begadang demi deadline membuat tubuh lelah dan pikiran stres.
Selain itu, berdampak juga bagi imun tubuh yang menopang daya tahan manusia.
3. Waktu Kelulusan Molor
Menunda tugas harian bisa merembet ke penundaan bimbingan skripsi hingga mengulur waktu begitu lamanya.
Hal ini bisa menyebabkan waktu kelulusan molor tidak sesuai dengan waktu yang ditentukan dari kampus.
Cara perlahan keluar dari lingkaran prokrastinasi
1. Gunakan Metode Cicil
Paksa diri untuk membuka laptop dan mengetik apa saja selama lima menit.
Biasanya, bagian tersulit adalah memulai.
Kalau sudah berjalan lima menit, otak akan lebih mudah untuk meneruskannya.
2. Pecah Tugas Menjadi Bagian Kecil
Jangan membayangkan harus menyelesaikan satu tugas utuh dalam semalam.
Bagi menjadi target-target kecil, misalnya hari ini fokus mencari referensi, besok membuat latar belakang, dan lusa menyusun pembahasan.
Baca Juga: Inggris Tutup Laga Pemanasan Jelang Piala Dunia 2026 dengan Kalahkan Kosta Rika
3. Jauhkan HP Ketika Sedang Fokus
Saat mode serius, aktifkan fitur Do Not Disturb atau taruh ponsel di ruangan lain agar fokus tidak mudah buyar.
Hal ini dapat membantu fokus dalam mengerjakan tugas.
Menikmati masa muda dan nongkrong dengan teman itu penting untuk menjaga kesehatan mental mahasiswa.
Namun, harus tahu waktu untuk serius dan menyelesaikan tanggung jawab akademik adalah tanda mahasiswa yang cerdas.
Editor : Meitika Candra Lantiva