Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mengorbankan Tidur Demi Me-Time? Mengenal Revenge Bedtime Procrastination

Esty Destina Rahmadhani • Rabu, 10 Juni 2026 | 11:38 WIB
Revenge bedtime procrastination mengganggu jam tidur. (Sumber: Pinterest)
Revenge bedtime procrastination mengganggu jam tidur. (Sumber: Pinterest)

 
 
RADAR JOGJA - Konsekuensi kurang tidur merupakan hal yang cukup mengganggu.

Namun, adanya dorongan kuat dalam diri untuk tidak memejamkan mata juga cukup krusial. 

Apabila situasi ini terasa familier, anda sebenarnya sedang terjebak dalam fenomena psikologis yang disebut Revenge bedtime Procrastination.

Istilah ini merujuk pada fenomena seseorang sengaja menunda tidur malam untuk melanjutkan aktivitas yang tidak sempat dilakukan di siang hari. 

Baca Juga: Babak Baru Korupsi Kuota Haji: Dua Bos Biro Travel Nyusul ke Sel Tahanan


Kata revenge di sini bukan berarti membalas dendam pada orang lain, melainkan bentuk protes terhadap jadwal siang hari yang menyita energi.

Ketika merasa tidak punya kendali atas waktu dari jam 9 pagi hingga 5 sore, malam hari menjadi satu-satunya waktu untuk memegang kendali penuh.


Tanda-tanda mengalami fenomena Revenge bedtime Procrastination


1. Penundaan yang disengaja. Menunda tidur bukan karena ada hal mendesak, melainkan untuk aktivitas hiburan.
2. Kesadaran penuh. Kurang tidur itu buruk bagi kesehatan, tetapi lebih memilih tetap untuk tidak tidur.
3. Tidak ada alasan Medis. Penundaan ini bukan disebabkan oleh gangguan tidur biologis seperti insomnia.

Baca Juga: Resmi Berlaku Hari Ini, Pertamina Naikkan Harga BBM Pertamax dan Pertamax Green


Mengapa otak yang lelah justru menolak istirahat?

1. Kurangnya kendali di siang hari
Semakin stress dan padatnya aktivitas di siang hari, semakin besar pula keinginan untuk mengganti waktu tersebut di malam hari.


2. Kegagalan regulasi diri
Di akhir hari biasanya energi untuk mengambil keputusan yang bijak sudah terkuras habis. Akibatnya, kemampuan untuk mendisiplinkan diri menjadi lebih lemah.


3. Ilusi kebebasan
Malam hari terasa seperti zona bebas dari tuntutan. Sayangnya, kebebasan ini dibayar mahal dengan kesehatan fisik dan mental keesokan harinya.

Baca Juga: Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Guguran 2.000 Meter ke Barat Daya, Status Siaga Level III Dipertahankan


Cara menghentikan siklus Revenge bedtime Procrastination


1. Jadwalkan Me-Time di siang hari


Sediakan waktu minimal 15-30 menit di sela kesibukan siang hari untuk melakukan hal yang disukai.

Jika kebutuhan sudah terlaksana di siang hari, keinginan untuk balas dendam di malam hari akan berkurang.


2. Terapkan digital detox sebelum tidur


Gawai adalah musuh utama tidur malam.

Sinar dari layar dapat menekan produksi melatonin pada tubuh. Jauhkan gawai dari tempat tidur minimal 30-60 menit sebelum waktu tidur yang ditargetkan.


3. Buat rutinitas malam yang menyenangkan


Ubah persepsi bahwa tidur adalah akhir dari kesenangan.

Lakukan hal yang membuat anda rileks dan nyaman, seperti minum the hangat, membaca buku fisik, atau melakukan perawatan wajah.

Baca Juga: Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Guguran 2.000 Meter ke Barat Daya, Status Siaga Level III Dipertahankan


4. Jangan mulai aktivitas tanpa batas di malam hari

Jangan pernah memulai menonton episode pertama dari serial terbaru atau membuka live streaming saat jam sudah menunjukkan pukul 10 malam. 

Revenge bedtime Procrastination adalah sinyal dari tubuh dan pikiran bahwa hidup sedang tidak seimbang.

Menghadiahi diri sendiri dengan hiburan itu penting, tetapi mengorbankan jam tidur bukanlah cara yang bijak.

Ingatlah bahwa tidur yang cukup adalah bentuk self-care terbaik untuk menghadapi hari esok dengan lebih bertenaga. 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#me-time #bedtime #Revenge bedtime Procrastination #fenomena psikologis #tidur