JOGJA - Praktik berjalan tanpa alas kaki di atas tanah atau rumput yang dikenal sebagai grounding atau earthing, cukup banyak dilirik kalangan olahragawan sebagai bagian dari rutinitas latihan dan pemulihan.
Bek PSIM Jogja Yusaku Yamadera mengaku kerap melakukan grounding sebelum latihan untuk membantu tubuhnya beradaptasi dengan kondisi lapangan.
"Saya biasa melakukan sebelum latihan. Jalan tanpa alas di rumput membantu saya lebih cepat merasa nyambung dengan lapangan, untuk menemukan feeling," ujarnya, Jumat (15/5/2026).
Menurutnya, kontak langsung dengan permukaan lapangan membuatnya lebih peka terhadap tekstur rumput dan kondisi pijakan, yang penting dalam pertandingan.
Baca Juga: Tak Sesuai Aturan, Satpol PP Bantul Kembali Tertibkan 45 Spanduk dan Rontek
"Selain itu juga membantu relaksasi. Tubuh terasa lebih ringan dan fokus lebih mudah didapat," tambahnya.
Selain itu, hal tersebut juga membantu untuk memilih tipe sepatu apa yang cocok dan ideal untuk digunakan.
"Permukaannya beda-beda. Itu memengaruhi sepatu yang kita pakai juga," bebernya.
Fenomena serupa juga terjadi di kalangan mahasiswa.
Salah satu mahasiswa Prodi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (PJKR) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Firman Raihan mengaku, grounding menjadi salah satu kebiasaan yang rutin dilakukan, terutama setelah menjalani aktivitas fisik intens.
Baca Juga: Dokter Sebut Jalan tanpa Alas Kaki Lebih Menyehatkan, tapi Tidak Dianjurkan untuk Penderita Diabes
"Saya sering grounding setelah latihan atau kegiatan UKM. Rasanya lebih rileks, seperti tubuh reset setelah capek," ujarnya.
Mahasiswa yang aktif di berbagai unit kegiatan olahraga itu menilai grounding bukan hanya soal tren, tetapi bagian dari cara sederhana untuk menjaga keseimbangan tubuh.
"Selain bikin tenang, grounding juga membantu saya lebih sadar dengan kondisi tubuh sendiri. Jadi tahu kapan harus istirahat atau lanjut latihan," katanya.
Firman menilai praktik grounding sebagai aktivitas rendah risiko, selama dilakukan di lingkungan yang aman.
Menurutnya, grounding juga menjadi alternatif sederhana untuk meningkatkan fokus, relaksasi, dan koneksi dengan lingkungan latihan.
"Buat saya, grounding itu bukan hal rumit. Sederhana saja, tapi efeknya terasa untuk menjaga keseimbangan tubuh dan pikiran setelah aktivitas fisik," tandasnya. (iza/laz)
Editor : Herpri Kartun