Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dokter Sebut Jalan tanpa Alas Kaki Lebih Menyehatkan, tapi Tidak Dianjurkan untuk Penderita Diabes

Adib Lazwar Irkhami • Jumat, 15 Mei 2026 | 21:39 WIB
Dokter umum yang membuka praktik di Kelurahan Tamanwinangun, Kebumen, Sri Fatmawati. (M Hafied/Radar Jogja)
Dokter umum yang membuka praktik di Kelurahan Tamanwinangun, Kebumen, Sri Fatmawati. (M Hafied/Radar Jogja)

 

RADAR JOGJA - Aktivitas olahraga tanpa mengenakan alas kaki menjadi tren bagi sebagian orang. Faktanya, perilaku atau kebiasaan itu dinilai banyak membawa manfaat bagi kesehatan tubuh. Hal ini ditegaskan dr Sri Fatmawati.


Dokter lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogjakarta ini menyatakan, olahraga tanpa alas kaki dapat membantu peregangan otot dan sendi. Di samping itu dapat meningkatkan keseimbangan tubuh. 

Baca Juga: BPBD Bantul Anggarkan Rp 20 Juta untuk Kebutuhan Droping Air Bersih, Sampai saat Ini Belum Ada Pengajuan


Manfaat lain yang didapat mampu melatih sensivitas saraf secara alami karena telapak kaki bekerja lebih aktif disebabkan kontak langsung dengan permukaan tanah. "Bisa stimulasi saraf di telapak kaki. Sirkulasi darah juga menjadi lebih baik," ungkapnya kepada Radar Jogja, Jumat (15/5).


Lebih dari itu, aktivitas berjalan tanpa alas atau nyeker juga akan membantu memperbaiki postur tubuh karena pijakan kaki langsung bersetuhan dengan tanah atau lantai tanpa terhalang benda tertentu. Kebiasaan jalan tanpa alas kaki juga dapat menjadi solusi bagi anak-anak yang memiliki gangguan saat berjalan.

Baca Juga: Modal Rp 50 Ribu, Sapi “Bagong” dari Nglipar Dibeli Presiden Rp 100 Juta untuk Kurban Idul Adha


"Untuk memperkuat otot dan pergelangan kaki. Buat anak-anak bagus karena untuk memperbaiki telapak dan pola jalan," ucap dokter yang membuka praktik di Kelurahan Tamanwinangun, Kebumen ini.


Namun ia memberikan catatan manfaat kesehatan dari aktivitas berjalan tanpa alas kaki juga perlu memperhatikan tempat yang bersih dan aman. Masyarakat juga perlu memastikan permukaan tempat rata dan bebas dari benda bersifat tajam guna menghindari risiko cidera. "Di lihat juga tempatnya, cari yang aman. Misal tempat tidak licin," ungkapnya.


Meski baik untuk kesehatan, dr Fatma juga mengingatkan aktivitas olahraga tanpa alas kaki tidak dianjurkan bagi masyarakat yang memiliki riwayat penyakit diabetes. Sebab, sensivitas saraf kaki penderita diabetes menurun sehingga rentan terluka tanpa disadari. 

Baca Juga: Dampak Rupiah Melemah, Harga Minyak Goreng dan Gula Pasir di Kota Jogja Diprediksi Meroket


Hal ini cukup berbahaya jika tidak diperhatikan dengan kesadaran penuh. "Orang dengan penyakit diabetes tidak disarankan, bahkan tidak diperbolehkan. Takutnya luka dan infeksi sampai gangrene," jelasnya.


Sri Fatmawati sendiri merupakan dokter lulusan Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo angkatan tahun 1989. Ia kemudian meneruskan pendidikan magister di UGM yang fokus pada program studi Family Medicine atau kedokteran keluarga.


Fatmawati adalah sosok dokter yang juga ASN di lingkup Pemkab Kebumen. Ia kini dipercaya bertugas di Dinsos P3A Kebumen sebagai kepala bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Sebelumnya ia juga bertugas di Dinkes PPKB Kebumen dan RSDS Kebumen. (fid/laz)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#risiko cidera #UGM #lifestyle #aktivitas olahraga #Berjalan