Sebelumnya kesibukan Maxima Seta Respati adalah berjualan makanan. Tapi insting bisnisnya membuat hobinya facial wajah kini jadi ladang usahanya yang baru. Dengan membuka home care facial treatment.
"Saya basic-nya UMKM kuliner tapi suka facial, kemudian berfikir untuk membuka home care facial treatment dan ternyata antusiasmenya tinggi," kata Maxima ditemui di sela penutupan Facial Basic dan Dry Scalp Treatment yang diselenggarakan oleh DRW Academy bekerja sama dengan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sleman, Senin (27/4).
Gayung bersambut, ketika dia mulai fokus pada usaha barunya tersebut ada pelatihan yang digelar Dinkop UKM Sleman bekerja sama dengan DRW Academy. Selama delapan kali pertemuan, sebanyak 20 ibu rumah tangga tersebut diajarkan basic facial treatment di Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Sleman unit 2 di Minggir, Sleman.
"Saya makin semangat apalagi tahu jika pelatihan dengan LPK dari DRW," ungkapnya.
Hal itu terbukti selama masa pelatihan menjumpai mentor yang disebutnya baik dan profesional. Karena mau berbagi informasi dengan ibu-ibu yang sama sekali tidak memiliki pengetahuan terkait perawatan wajah.
"Tangan salah melakukan treatment saja mereka tahu dan segera dikoreksi," kata perempuan 55 tahun itu.
Semangat Maxima itu pun mendapat apresiasi dari founder dan CEO DRW Corporation dr. Wahyu Triasmara yang melihat langsung saat para peserta melakukan ujian.
"Ini artinya dari wajan ke wajah, dari angus ke alus," katanya mengomentari background Maxima yang sebelumnya bergerak di bidang kuliner.
Bagi dr. Wahyu sendiri tujuannya mendirikan DRW Academy yang terdiri dari lembaga pelatihan kerja (LPK) dan lembaga sertifikasi profesi (LSP) merupakan usaha untuk memfasilitasi dan memberdayakan para perempuan. Yaitu dengan kompetensi skill di bidang kesehatan kecantikan.
"Dengan basic facial treatment ini ibu rumah tangga dan kaum perempuan lainnya bisa treatment tidak hanya untuk diri sendiri dan keluarga tapi juga masyarakat, yang pada akhirnya bisa mengangkat ekonomi keluarga," jelasnya.
Baca Juga: Nasib Guru JLOP di Kulon Progo: Beban Kerja dan Gaji Tak Sebanding, Masih Jauh dari UMK
Untuk basic facial treatment para peserta diajarkan tentang pembersihan wajah tak cukup hanya dengan cuci muka atau skincare saja . Tapi juga dibersihkan secara menyeluruh dengan mengangkat komedo hingga pijat wajah. Tujuannya untuk mengangkat sel kulit mati dan relaksasi sehingga wajah lebih segar.
"Juga memaksimalkan fungsi skin care," katanya.
Direktur DRW Academy Iqbal KR menambahkan, di DIY bahkan secara nasional belum banyak LPK yang menawarkan pelatihan terkait facial treatment. Tak hanya itu, melalui LPK dan LSP DRW Academy ini para peserta juga bisa untuk mengikuti program sertifikasi yang sudah terakreditasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
"Yang sertifikat dari BNSP ini sudah diakui dan bisa dipakai untuk bekerja di semua negara Asia Tenggara dan beberapa negara Asia," paparnya.
Baca Juga: Keseruan Komunitas Honda PCX160, Astra Motor Yogyakarta Ajak Healing Ala “Bapack”
Sementara itu Werdiningsih selaku ketua tim fasilitasi layanan dan pembiayaan dari Dinas Koperasi dan UKM Sleman menyebut, kelas beauty estetic bekerja sama dengan DRW Academy ini merupakan yang perdana. Tapi pendaftarannya mencapai 70 orang dan terpilih 20 orang untuk mengikuti pelatihan. Mayoritas belum memiliki pengetahuan terkait perawatan wajah.
"Harapan kami bisa from zero to hero, dari kelas beauty estetic ini menjadi peluang usaha untuk menciptakan pengusaha di bidang kecantikan," ujarnya.
Editor : Heru Pratomo