Antrean panjang sering terlihat di sisi barat daya Tugu Jogja. Hanya untuk foto. Meski banyak sisi lain, spot tersebut paling diminati. Karena terdapat mesin photobox. Foto instan dengan background Tugu Jogja.
Tren photobox dengan latar jalanan ikonik tengah viral di media sosial, khususnya di kalangan generasi Z. Hasilnya berupa cetakan dalam kertas ukuran A3 yang dicetak seperti koran.
Bahkan harus antre hingga sejam tak masalah bagi mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Jogjakarta Zulaiha Asfia.
Dia mengaku tertarik mencoba photobox tersebut. Selain karena tren, ia menilai latar Tugu Jogja memiliki nilai ikonik tersendiri.
“Mengesampingkan memang FOMO (fear of missing out) ya, aku tertarik karena Tugu Jogja itu titik paling ikonik. Jadi unik aja bisa foto proper dan ada hardfile-nya,” ujarnya, Jumat (3/4).
Ia menambahkan, momen berfoto bersama teman menjadi kenangan tersendiri, meski harus menunggu antrean cukup lama.
“Antreannya panjang hampir satu jam, tapi tetap pengen nunggu. Menurutku worth it, kapan lagi punya foto bareng teman dengan background khas Jogja yang memorable,” katanya.
menyebar dan memicu rasa penasaran.
Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan Eka Maulidha Puspasari juga mengaku tertarik mencoba karena tren tersebut sedang ramai diperbincangkan. “Waktu itu lagi viral, lagi rame, jadi ikutan FOMO aja. Kayaknya kok bagus background-nya,” ujarnya.
Eka mengatakan, untuk sekali foto dikenakan tarif Rp 40 ribu dengan hasil dua strip foto. Meski begitu, ia harus mengantre sekitar satu jam.
Sebelum berfoto, ia juga sempat mencari referensi pose di TikTok agar hasilnya maksimal. Saat proses berlangsung, pengunjung diarahkan oleh petugas mulai dari pemindaian barcode untuk pembayaran hingga pengaturan posisi foto.
“Abis antre kita scan barcode, bayarnya pakai QRIS. Terus bisa milih mau full badan atau setengah. Nanti masnya yang pencetin, kita tinggal pose aja,” jelasnya.
Ia menambahkan, dalam satu sesi tersedia beberapa kali pengambilan gambar yang bisa diulang hingga mendapatkan hasil terbaik. Setelah itu, pengunjung dapat memilih frame sebelum dicetak.
Meski hanya mendapatkan dua strip foto fisik, Eka merasa cukup puas karena juga memperoleh soft file seluruh hasil jepretan. “Hasilnya puas, soalnya selain cetak juga dapet semua soft file. Terus tempatnya juga bagus, tugunya keliatan jelas,” ungkapnya.
Menurutnya, daya tarik utama photobox ini terletak pada latar belakang Tugu Jogja yang ikonik. Hal ini menjadi pembeda dibanding photobox pada umumnya yang biasanya berada di dalam ruangan.
Ia menyarankan agar pengunjung sudah menyiapkan konsep pose agar tidak menyesal dengan hasil akhir. “Harus tahu mau pose apa, soalnya waktunya terbatas. Biar pas dan nggak nyesel,” imbuhnya. (cin/pra)
Editor : Heru Pratomo