Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Hindari Kebiasaan Buruk Ini Setelah Makan

Magang Radar Jogja • Kamis, 2 April 2026 | 08:30 WIB
Ilustrasi tertidur saat makan, kebiasaan buruk yang harus dihindari. (Pinterest/Besser gesund Leben)
Ilustrasi tertidur saat makan, kebiasaan buruk yang harus dihindari. (Pinterest/Besser gesund Leben)
Ilustrasi tertidur saat makan, kebiasaan buruk yang harus dihindari. (Pinterest/Besser gesund Leben)
Ilustrasi tertidur saat makan, kebiasaan buruk yang harus dihindari. (Pinterest/Besser gesund Leben)

 

RADAR JOGJA - Kebiasaan setelah makan ternyata berpengaruh besar terhadap kesehatan dan proses pencernaan.

Beberapa aktivitas ini sebaiknya dihindari karena dapat mengganggu fungsi tubuh jika dilakukan tanpa jeda waktu yang cukup setelah makan.


Banyak orang langsung beristirahat setelah merasa kenyang, padahal kebiasaan ini dapat menyebabkan gangguan pencernaan.

Posisi tidur membuat makanan lebih sulit dicerna dan menimbulkan rasa tidak nyaman seperti naiknya asam lambung.

Baca Juga: Menanti Awal April: Harga BBM Berpotensi Naik di Tengah Gejolak Global

Tidur setelah makan juga dapat meningkatkan risiko obesitas karena tubuh tidak membakar energi secara aktif, sehingga kalori dari makanan cenderung tersimpan sebagai lemak.

Mandi dapat mengalihkan aliran darah ke permukaan kulit untuk menstabilkan suhu tubuh, sehingga pasokan darah ke saluran pencernaan berkurang.

Akibatnya, proses pencernaan berjalan lebih lambat dan menimbulkan rasa tidak nyaman.


Mandi setelah makan juga dapat menyebabkan tubuh terasa lemas karena sistem pencernaan yang sedang bekerja harus berbagi energi dengan respons tubuh saat mandi, terutama jika menggunakan air hangat.

Baca Juga: Prajurit TNI Asal Magelang Gugur di Lebanon, Suasana Duka Selimuti Kampung Halaman


Merokok setelah makan dianggap lebih berbahaya karena dapat menghambat penyerapan vitamin dan mineral penting dari makanan yang baru dikonsumsi.

Zat beracun dari rokok juga dapat bereaksi negatif di dalam tubuh yang sedang aktif mencerna makanan.

Kebiasaan merokok setelah makan juga dapat meningkatkan risiko penyakit pernapasan dan jantung.


Teh mengandung asam dan tanin yang dapat mengikat protein dari makanan.

Hal ini menyebabkan protein menjadi lebih sulit dipecah sehingga pencernaan tidak berjalan secara optimal.

Baca Juga: Praka Farizal Dikenal Sebagai Pemuda yang Aktif di Masyarakat Sejak Sebelum Menjadi TNI


Kandungan tanin juga dapat mengurangi penyerapan zat besi dari makanan, yang dalam jangka panjang dapat berpotensi menyebabkan anemia terutama jika kebiasaan minum teh setelah makan dilakukan secara rutin.

Untuk menjaga kesehatan pencernaan, alangkah baiknya kita memberi waktu bagi tubuh untuk memproses makanan dengan optimal.

Menghindari kebiasaan kebiasaan di atas dan menggantinya dengan aktivitas ringan seperti berjalan santai dapat membantu tubuh bekerja lebih efisien serta menjaga keseimbangan metabolisme.

 Karena pola makan yang baik tidak hanya ditentukan oleh jenis makanan, tetapi juga oleh aktivitas yang dilakukan setelahnya. (Zulaihatul Asfia)

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Kesehatan #setelah makan #kebiasaan buruk #gangguan pencernaan