RADAR JOGJA - Tradisi mudik menjelang Hari Raya Idul Fitri menjadi momen yang dinanti banyak masyarakat Indonesia.
Namun, perjalanan panjang yang dilakukan saat bulan Ramadan sering kali menuntut kondisi fisik yang prima.
Di tengah cuaca panas, kemacetan, dan tubuh yang sedang berpuasa, pemudik perlu menyiapkan diri agar perjalanan tetap aman dan nyaman.
Sejumlah lembaga kesehatan dan otoritas transportasi memberikan berbagai saran agar masyarakat dapat menjalani perjalanan mudik tanpa mengganggu kesehatan maupun ibadah puasa.
Inilah tipsnya.
1. Menjaga Asupan Saat Sahur
Sahur menjadi sumber energi utama selama menjalani aktivitas di siang hari, termasuk saat melakukan perjalanan jauh.
Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, masyarakat dianjurkan mengonsumsi makanan bergizi seimbang saat sahur agar tubuh tetap kuat selama berpuasa.
Dalam panduan kesehatan Ramadan, Kemenkes menyarankan agar sahur terdiri dari karbohidrat kompleks, protein, serta sayur dan buah.
Asupan tersebut dapat membantu tubuh mempertahankan energi lebih lama serta mengurangi rasa lapar dan haus selama perjalanan.
2. Pastikan Tubuh Cukup Istirahat
Selain asupan makanan, kondisi tubuh juga menjadi faktor penting saat mudik.
World Health Organization menekankan pentingnya istirahat yang cukup sebelum melakukan perjalanan jauh, terutama bagi pengemudi kendaraan.
WHO menyebutkan bahwa kelelahan saat berkendara dapat meningkatkan risiko kecelakaan di jalan.
Oleh karena itu, pemudik disarankan tidur cukup sebelum perjalanan agar tetap fokus dan waspada selama berkendara.
3. Gunakan Waktu Istirahat di Perjalanan
Bagi pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi, beristirahat secara berkala juga sangat dianjurkan.
Kementerian Perhubungan Republik Indonesia menyarankan pengemudi untuk berhenti setiap beberapa jam perjalanan guna mengurangi kelelahan.
Istirahat sejenak di rest area dapat membantu tubuh kembali segar dan menjaga konsentrasi saat melanjutkan perjalanan.
4. Siapkan Bekal untuk Berbuka Puasa
Perjalanan jauh sering membuat seseorang tidak selalu berada di tempat yang mudah menemukan makanan ketika waktu berbuka tiba.
Karena itu, pemudik dianjurkan menyiapkan makanan ringan seperti air minum, kurma, atau roti untuk berbuka puasa di perjalanan.
Anjuran berbuka dengan makanan ringan juga sejalan dengan sunnah Nabi Muhammad yang disebutkan dalam hadis riwayat Anas bin Malik.
Dalam hadis tersebut dijelaskan bahwa Nabi biasa berbuka dengan kurma sebelum melaksanakan salat magrib.
5. Menjaga Kesabaran di Jalan
Selain menjaga kesehatan fisik, pemudik juga diingatkan untuk menjaga sikap selama perjalanan.
Kemacetan panjang sering kali terjadi saat arus mudik, sehingga kesabaran menjadi hal penting agar perjalanan tetap aman dan nyaman.
Para ahli keselamatan transportasi menilai bahwa emosi yang tidak terkendali saat berkendara dapat meningkatkan risiko kecelakaan di jalan.
6. Persiapan Menjadi Kunci
Mudik saat berpuasa memang membutuhkan persiapan yang lebih matang dibanding perjalanan biasa.
Dengan menjaga pola makan, istirahat cukup, serta memanfaatkan waktu istirahat selama perjalanan, pemudik dapat tetap menjalani perjalanan dengan nyaman tanpa mengganggu ibadah puasa.
Di tengah perjalanan panjang menuju kampung halaman, menjaga kesehatan dan keselamatan tetap menjadi hal utama agar momen berkumpul bersama keluarga saat Hari Raya dapat dinikmati dengan penuh kebahagiaan. (Lintang Perdana Shynatrya)
Editor : Meitika Candra Lantiva