Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tak Hanya Jogja dan Solo, Ini 10 Kota Terbaik untuk Hidup Slow Living

Bahana. • Kamis, 12 Februari 2026 | 18:05 WIB

Wisatawan menyaksikan matahari terbit saat program Sunrise Borobudur di Taman Wisata Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Kamis (1/1/2026)
Wisatawan menyaksikan matahari terbit saat program Sunrise Borobudur di Taman Wisata Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Kamis (1/1/2026)


Jenuh dengan suasana hidup di kota yang setiap harinya menghadapi macet lalu lintas, bising, dan ritme yang serba terburu-buru? Tenang, berikut 10 kota terbaik untuk slow living di Indonesia dengan suasana nyaman, asri, dan cocok untuk gaya hidup santai!. Dari Magelang yang adem ayem sampai Ruteng di daerah pegunungan Flores.

Berikut rekomendasi kota-kota slow living yang bikin hidupmu seperti libur tapi nggak perlu cuti!

Sebelum menentukan kota tujuan untuk menjalani gaya hidup slow living, ada beberapa aspek penting yang perlu diperhatikan agar kota tersebut benar-benar mendukung kehidupan yang lebih santai.

Beberapa kriteria yang bisa dijadikan acuan antara lain:

- Lingkungan yang tenang dan jauh dari kebisingan serta polusi kota besar menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung gaya hidup slow living.

- Interaksi sosial masyarakat yang akrab dan saling mendukung juga berperan menciptakan suasana yang hangat dan nyaman.

- Akses yang dekat dengan alam, seperti pegunungan, pantai, atau ruang hijau, semakin memperkuat kualitas hidup yang lebih seimbang.

- Biaya hidup yang terjangkau

- Fasilitas kota yang memadai

Berdasarkan sejumlah kriteria tersebut, berikut sejumlah rekomendasi kota yang dapat mejadi pilihan untuk menunjang gaya hidup yang lebih santai.

1. Magelang

Magelang, kota kecil di Jawa Tengah ini menawarkan lingkungan yang damai, udara sejuk, dan pemandangan Gunung Merapi yang memukau. Selain menikmati ketenangan, Magelang juga memiliki destinasi wisata seperti candi Borobudur dan Silancur Highland untuk menyaksikan matahari terbit atau berjalan santai di pedesaan.

Biaya hidup yang rendah, sekitar Rp1.000.000 per bulan, membuat Magelang cocok untuk liburan panjang.

2. Purwokerto

Purwokerto memadukan udara sejuk, lingkungan asri, biaya hidup terjangkau, dan fasilitas kota yang memadai. Dikelilingi pegunungan dan dekat dengan destinasi alam seperti Baturraden, kota ini cocok bagi mereka yang ingin menikmati gaya hidup slow living sekaligus terhubung dengan alam.

3. Batu

Dikelilingi pegunungan dan hamparan kebun apel, Kota Batu menawarkan udara segar serta pemandangan yang menenangkan. Pengunjung dapat berjalan santai menyusuri kebun apel sebagai pilihan rekreasi akhir pekan, sekaligus menikmati suasana damai yang jarang ditemukan di kota-kota besar.

4. Ubud

Ubud dikenal sebagai jantung spiritual Bali, ada banyak pilihan yoga retreat, spa tradisional, dan restoran sehat yang mendukung gaya hidup mindful. Berjalan-jalan di Campuhan Ridge Walk saat matahari terbit atau menikmati sore di cafe-cafe kecil yang menghadap sawah menjadi aktivitas yang membawa kedamaian tersendiri.

5. Malang

Terletak di dataran tinggi, Malang menawarkan kesejukan udara dan lanskap alam yang menenangkan. Dikelilingi pegunungan dan kebun apel, kota ini cocok untuk bekerja jarak jauh atau menikmati masa pensiun. Penduduknya ramah, aktivitasnya tidak sepadat kota besar, namun fasilitas seperti kampus, cafe, dan tempat wisata tetap lengkap.

6. Lombok

Menyimpan pesona dari keindahan alam yang tidak kalah eksotis, pantai di lombok menjadi salah satu destinasi populer. komunitas lokal yang hangat. Pulau ini cocok bagi pecinta laut dan alam terbuka, dengan ritme hidup yang santai. Banyak ekspatriat maupun warga lokal memilih Lombok karena lingkungan yang damai dan alami.

Lombok menyimpan pesona alam yang tak kalah eksotis, dengan deretan pantai indah yang menjadi destinasi populer.

Serta penduduk lokal yang hangat dan ramah, pulau ini cocok bagi pecinta laut dan alam terbuka yang menginginkan ritme hidup lebih santai. Tak heran, banyak pendatang dari kota lain maupun warga lokal memilih Lombok sebagai tempat tinggal karena suasananya yang damai dan masih alami.

7. Banyuwangi

Dikelilingi pantai, gunung, dan taman nasional, kota ini cocok untuk bekerja jarak jauh sambil menikmati alam.

Meski terletak di pedesaan, akses internet di banyak wilayah Banyuwangi kini sudah cukup baik, memungkinkan untuk remote working atau WFH. Pemerintah daerah juga terus berupaya meningkatkan infrastruktur demi menunjang pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di kota Banyuwangi.

8. Salatiga

Kota kecil ini cocok bagi mereka yang ingin menjalani hidup lebih tenang tanpa meninggalkan kenyamanan. Salatiga menawarkan keseimbangan antara kesederhanaan dan fasilitas modern, sehingga ideal untuk menerapkan gaya hidup slow living.

Tak sedikit tokoh nasional yang memberikan apresiasi terhadap kota ini. Salah satunya Sandiaga Uno yang menyebut Salatiga sebagai salah satu Kota Kreatif Gastronomi terbaik di Indonesia. Menurutnya, konsep pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism) di Salatiga berkembang dengan baik.

Artinya, kota ini bukan hanya nyaman untuk ditinggali, tetapi juga memiliki potensi ekonomi dan kreativitas yang terus tumbuh.

9. Bukittinggi

Bukittinggi memikat dengan pemandangan Ngarai Sianok dan Jam Gadang, sekaligus kaya budaya Minangkabau. Pengunjung bisa berjalan santai di pasar tradisional, mencicipi rendang, atau menginap di homestay untuk merasakan kehangatan warga lokal. Udara sejuk dan perbukitan yang indah menjadikan kota ini ideal untuk liburan santai.

10. Ruteng, Nusa Tenggara Timur

Ruteng di pegunungan Flores menawarkan kehidupan yang dekat dengan alam dan budaya lokal Manggarai. Udara segar dan suasana desa yang tenang membuat kota ini menjadi surga tersembunyi bagi pecinta slow living yang ingin menikmati ketenangan dan kearifan lokal.

Editor : Bahana.
#salatiga #batu #Slow Living #Magelang