RADAR JOGJA - Sebagai negara yang terletak di jalur Ring of Fire dan berada di pertemuan tiga lempeng tektonik, Indonesia menjadi negara yang sangat rawan terhadap bencana alam.
Baru-baru ini, aktivitas tektonik kembali mengguncang pulau Jawa. Tepatnya pada hari Jumat (6/2/2026), wilayah Pacitan, Jawa Timur diguncang oleh gempa bumi tepat pada pukul 01.06 WIB.
Dampak dari guncangan gempa ini bahkan sampai hingga beberapa daerah seperti Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, hingga Jawa Barat.
Mengingat kondisi Indonesia yang rawan terhadap berbagai macam bencana, warga Indonesia dituntut untuk selalu waspada dan siap mengantisipasi segala macam kemungkinan jika bencana terjadi sewaktu-waktu.
Salah satu langkah paling krusial yang wajib dilakukan adalah menyiapkan perlengkapan darurat dalam satu wadah khusus. Persiapan ini sangat penting untuk mengantisipasi situasi terburuk saat bencana terjadi.
Apa itu Tas Siaga Bencana (Go-Bag)?
Tas siaga bencana atau sering disebut Go-Bag adalah tas darurat yang disiapkan khusus untuk setiap anggota keluarga.
Tas ini berfungsi sebagai wadah untuk perlengkapan bertahan hidup ketika bencana terjadi.
Wadah ini tidak harus selalu berupa tas ransel mahal, kamu bisa menggunakan kotak, karton, atau peti, asalkan wadah tersebut cukup kuat untuk menampung barang dan juga mudah untuk dibawa.
Tetapi, sangat disarankan untuk menggunakan tas punggung berbahan tahan air (waterproof) agar nyaman ketika dibawa dan isinya terlindungi dari hujan atau air.
Tas ini bisa membantumu dalam bertahan hidup untuk sementara waktu selama menunggu bantuan datang di kondisi-kondisi kritis tertentu, terutama saat listrik, air, dan komunikasi terputus.
Oleh karena itu, kamu harus segera membawa tas ini pada saat situasi genting, seperti saat terjadi bencana gempa bumi besar yang mengharuskanmu mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Daftar Barang Wajib dalam Tas Siaga Bencana (Go-Bag)
Go-Bag berisikan berbagai macam barang yang sangat penting untuk menunjang keselamatan hidup di saat situasi kritis.
Berikut adalah daftar barang yang wajib kamu masukkan ke dalam Go-Bag:
1. Dokumen Penting
Simpan salinan dokumen berharga seperti ijazah, sertifikat tanah, KTP, Kartu Keluarga, dan surat kendaraan. Pastikan semua dokumen difotokopi dan dimasukkan ke dalam map plastik agar aman dari air.
2. Makanan dan Air Minum
Siapkan persediaan air minum dalam kemasan, idealnya cukup untuk kebutuhan selama tiga hari (sekitar 3-5 liter).
Bawa juga makanan yang tidak mudah basi dan siap santap seperti biskuit, abon, cokelat, makanan kaleng, atau mi instan.
3. Perlengkapan Medis dan Kebersihan
Kamu wajib membawa kotak P3K berisikan obat-obatan umum, obat resep pribadi (seperti asma atau hipertensi), dan masker.
Sertakan juga perlengkapan mandi seperti sabun, sikat gigi, pasta gigi, serta tisu basah dan hand sanitizer.
4. Alat Penerangan dan Komunikasi
Sediakan alat penerangan seperti senter, lampu kepala (headlamp), korek api, atau lilin untuk antisipasi kondisi gelap gulita.
Bawa ponsel beserta powerbank agar kamu tetap bisa memantau informasi bencana dan menghubungi tim penyelamat.
5. Pakaian dan Perlengkapan Tidur
Siapkan pakaian ganti, jaket, dan celana panjang untuk melindungi tubuh selama di luar rumah atau pengungsian.
Jangan lupa juga membawa selimut, jas hujan, dan alas kaki yang kuat seperti sepatu boot.
6. Uang Tunai
Siapkan uang tunai atau alat pembayaran lainnya untuk perbekalan selama kurang lebih tiga hari.
Simpanlah uang tersebut di dalam dompet yang tahan air agar tetap aman dan bisa digunakan saat dibutuhkan.
7. Alat Bantu Darurat
Peluit sangat penting sebagai alat bantu meminta pertolongan saat suara kamu tidak terdengar.
Siapkan juga alat bantu seperti pisau lipat serbaguna, dan gunting yang bisa membantumu dalam kondisi-kondisi tertentu.
8. Kebutuhan Kelompok Rentan
Jika ada lansia, bayi, atau hewan peliharaan, siapkan kebutuhan khusus mereka seperti tabung oksigen, popok, susu formula, makanan hewan, atau alat bantu dengar.
Mempersiapkan Tas Siaga Bencana atau Go-Bag bukan berarti kita mengharapkan musibah atau bencana terjadi, tetapi ini adalah bentuk antisipasi terhadap kemungkinan buruk yang bisa terjadi, sehingga kita bisa melindungi diri sendiri dan juga keluarga.
Dengan persiapan yang matang, kita tidak hanya meringankan beban tim penyelamat, tetapi juga bisa menghadapi situasi darurat secara lebih tenang dan mandiri. (Aqbil Faza Maulana)
Editor : Meitika Candra Lantiva