Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Jalan Kaki Dipilih untuk Gantikan Olahraga Lari, Aktivitas Sederhana Jadi Alternatif Kardio

Anom Bagaskoro • Sabtu, 24 Januari 2026 | 07:00 WIB

 

GESER TREN LARI: Masyarakat lebih memilih olahraga dengan jalan kaki karena minim cedera dan memiliki fungsi yang hampir sama dengan lari.
GESER TREN LARI: Masyarakat lebih memilih olahraga dengan jalan kaki karena minim cedera dan memiliki fungsi yang hampir sama dengan lari.
 

RADAR JOGJA - Olahraga kardio tidak selalu identik dengan lari. Aktivitas sederhana seperti jalan kaki, juga disebut memiliki fungsi yang sama dengan olahraga lari.

"Jalan kaki dan lari memiliki kesamaan fungsi, berupa melatih daya tahan dasar dan kardiovaskular," beber Dosen Pembelajaran Atletik Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) UNY Dennis Dwi Kurniawan Jumat (23/1).

Jalan kaki, lanjutnya, juga berfungsi melatih jantung dan pembuluh darah agar lebih optimal. Oleh karena itu, waktu untuk berjalan kaki juga perlu diperhatikan. Misalnya saat pagi hari, saat tubuh berada di posisi prima.

Durasi jalan kaki juga perlu menyesuaikan dengan kondisi tubuh. Khususnya saat tubuh belum terbiasa dengan olahraga berat. Jalan kaki bisa dimulai dari 15 menit hingga 30 menit. Tujuannya, agar tubuh tidak terbebani dan kegiatan serupa dapat dilakukan di keesokan harinya. Selain durasi, pace atau kecepatan jalan kaki juga perlu diperhatikan.

Dennis menjelaskan, tren jalan kaki di kalangan anak muda dinilai cukup wajar. Lantaran, jalan kaki tak memberikan efek samping berlebih dan tak berisiko cedera. "Jalan kaki bisa menjadi gerakan massal, utamanya anak muda yang sedang mengelola aktivitasnya," ungkapnya.

Jalan kaki juga dianggap sebagai pola aktivitas healing dan pemanfaatan waktu luang yang singkat. Lantaran, jalan kaki di waktu luang dapat dilakukan di taman ataupun tempat olahraga.

Olahraga ini juga cocok untuk kalangan lanjut usia dan overweight. Sebab meminimalisasi cedera kaki karena belum terbiasa dengan tekanan berat tubuh hingga keletihan.

Kendati memiliki beragam manfaat, olahraga jalan kaki tetap perlu diwaspadai. Sebab olahraga jalan kaki hanya melatih sebagian kecil bagian tubuh. Jika pelaku jalan kaki memiliki tujuan mengoptimalkan seluruh tubuh, jalan kaki bisa menjadi awal untuk olahraga lain. "Jalan kaki itu gerakan monoton," ungkapnya.

Menurutnya, perlu variasi tambahan olahraga jalan kaki bisa memberikan hasil optimal. Seperti latihan tambahan berupa lari dengan durasi dan pace tertentu. Dilanjutkan dengan gymnastic, agar otot dan sendi penopang dapat berkerja optimal. (gas/eno)

 

 

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#jalan kaki #gymnastic #FIKK #lari #kardiovaskular #UNY #olahraga kardio #Olahraga #daya tahan #Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan