Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mengenal Rapsy, Seniman Graffiti Asal Jakarta yang Menantang Ketinggian Lewat Rappelling Art

Magang Radar Jogja • Minggu, 11 Januari 2026 | 11:10 WIB
Salah Satu Archive Karya Rapsy - Instagram / @__tarzankota
Salah Satu Archive Karya Rapsy - Instagram / @__tarzankota

Di tengah berkembangnya seni jalanan di Indonesia, nama Rapsy dikenal sebagai salah satu seniman graffiti yang menempuh jalur berbeda.

Ia tidak hanya berkarya di ruang yang lazim, tetapi juga memadukan graffiti dengan aktivitas ekstrem di ketinggian.

Rapsy mulai mengenal graffiti sejak duduk di bangku kelas 5 sekolah dasar sekitar 2015, bermula dari kebiasaan menggambar di atas kertas.

Ketertarikan tersebut berkembang menjadi praktek langsung di kelas 2 SMP pada akhir 2017, setelah bertemu dengan lingkungan pertemanan yang juga aktif di dunia graffiti.

Bagi Rapsy, graffiti tidak sekadar aktivitas visual, melainkan sarana menyalurkan emosi dan ekspresi diri.

Ia menyebut proses menggambar sebagai cara untuk merespons tekanan personal sekaligus menjaga keseimbangan mental.

“Walaupun terkadang malah membuat masalah baru kalo gw ketangkep tapi gw tetep enjoy hahaha” ujarnya dalam wawancara bersama Wadezig!.

Hal yang membuat Rapsy menonjol adalah pilihannya mengeksplorasi rappelling graffiti, teknik menggambar di permukaan tinggi seperti gedung atau struktur vertikal yang hanya dapat diakses menggunakan tali dan peralatan panjat.

Kemampuan ini ia pelajari melalui organisasi kegiatan di lingkungan kampus selama setahun.

Dari situ, Rapsy membangun kekuatan fisik, teknik keselamatan, dan ketahanan mental untuk berkarya di ketinggian.

Dalam setiap aksinya, Rapsy tidak hanya membawa cat semprot dan cap, tetapi juga perlengkapan lengkap seperti harness, tali, carabiner, dan alat naik dan turunnya.

Inspirasi Rapsy datang dari karya-karya seniman graffiti internasional, ia melihat postingan gambar XSM di New York yang berani mengeksplorasi ruang vertikal dan lokasi ekstrem.

Hal tersebut mendorongnya untuk melihat kota bukan hanya sebagai latar, tetapi sebagai eksplorasi artistik. Rapsy juga menyebutkan kalau Cakes PWS juga jadi salah satu seniman inspirasinya.

Salah satu pengalaman yang paling berkesan baginya adalah menggambar di sebuah bangunan tinggi di Bogor.

Proyek tersebut menjadi tantangan tersendiri sekaligus penanda perkembangan personal dalam praktik seninya.

Di luar graffiti, Rapsy juga aktif menjalani kegiatan seperti caving dan latihan fisik rutin.

Aktivitas tersebut ia anggap penting untuk menjaga stamina dan kesiapan tubuh.

Rapsy memandang graffiti sebagai ruang pertemuan sosial. Melalui graffiti, ia bertemu banyak individu dari latar belakang berbeda dan membangun jejaring kreatif lintas kota.

Namun, ia juga menyadari adanya sisi gelap dari kultur ini, terutama terkait risiko pergaulan dan keamanan.

Rapsy menempatkan dirinya sebagai bagian dari generasi seniman graffiti yang terus mendorong batas.

Karyanya tidak hanya berbicara lewat visual di dinding kota, tetapi juga melalui proses, risiko, dan pengalaman yang menyertainya, menjadikan graffiti sebagai praktik seni yang hidup dan personal.

Penulis: Kinesha Puspa Adilla

Editor : Bahana.
#Seniman Grafiti #grafiti #jakarta