Merasa lelah terus-menerus sering dianggap karena perubahan hormon, terutama pada wanita. Namun, kelelahan yang terus-menerus tidak selalu disebabkan oleh hormon.
Faktanya, kondisi ini bisa juga dipengaruhi oleh kebiasaan sehari-hari atau masalah kesehatan lainnya.
Dokter keluarga yang berfokus pada kesehatan wanita, dr. Beth Oller, mengatakan bahwa perubahan hormon memang bisa menyebabkan rasa lelah, terutama saat masa perimenopause dan menopause.
Namun, tidak berarti hormon selalu menjadi penyebab utamanya. Berikut ini beberapa penyebab mengapa perempuan sering merasa lelah. Namun, tidak berarti hormon selalu menjadi penyebab utamanya. Berikut ini beberapa penyebab mengapa perempuan sering merasa lelah.
6 Penyebab Perempuan Sering Merasa Lelah
1.Stres yang berkepanjangan
Beban tugas, tanggung jawab keluarga, pekerjaan, serta tekanan dari masyarakat membuat banyak perempuan hidup dalam kondisi stres yang berkepanjangan. Dr. Bourne dan dr. Oller menyarankan perempuan agar mengatur jadwal tidur secara teratur, menjaga kamar tetap nyaman, serta menghindari konsumsi alkohol, kopi, dan penggunaan ponsel sebelum tidur.
2.Gangguan tidur yang tidak disadari
Kelelahan bisa terjadi meskipun seseorang sudah tidur cukup lama. Masalah tidur seperti insomnia, sleep apnea, atau restless leg syndrome bisa menyebabkan tubuh tidak mendapat istirahat yang baik.
Tanda-tanda yang muncul meliputi kesulitan untuk tidur, sering bangun di tengah malam dan sulit kembali tidur, mengeluarkan suara mendengkur keras, masih merasa kantuk di siang hari, atau merasa tidak segar meskipun sudah tidur cukup. Jika kondisi ini terus berlangsung, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter.
3.Kurang Olahraga
Ketika tubuh merasa lelah, olahraga sering kali jadi hal yang terakhir ingin dilakukan. Namun, sebenarnya berolahraga bisa membuat tidur lebih nyenyak dan meningkatkan tenaga tubuh.
Lakukan aktivitas fisik atau olahraga dengan intensitas sedang selama minimal 150 menit setiap minggunya dan lakukan latihan kekuatan dua hari dalam seminggu. Hal ini bisa membantu mengurangi rasa lelah.
4.Pola makan tidak seimbang
Makanan yang banyak mengandung gula, garam, dan lemak jenuh bisa membuat kadar gula darah berubah-ubah dan mengganggu suasana hati, yang akhirnya membuat seseorang merasa lelah.
Makanan seperti buah, sayur, protein, dan lemak sehat bisa membantu menjaga energi tubuh dan membuat tidur lebih nyenyak. Makanan yang seimbang juga bisa membuat suasana hati lebih baik dan tidur lebih berkualitas.
5.Kekurangan nutrisi
Kelelahan yang terus-menerus bisa menunjukkan bahwa tubuh kekurangan beberapa nutrisi, seperti zat besi, vitamin B, vitamin D, magnesium, atau vitamin C.
Menurut Cleveland Clinic, kondisi ini bukan hanya membuat seseorang merasa lelah, tetapi juga bisa menyebabkan perubahan mood, rambut rontok, atau kesulitan fokus. Untuk memastikan kondisi ini, dokter bisa melakukan tes darah atau tes urine agar diagnosis lebih akurat.
6.Ada kondisi medis tertentu
Menurut dr. Oller, beberapa penyakit berat seperti gangguan tiroid, depresi, penyakit autoimun, serta infeksi yang berlangsung lama bisa menyebabkan badan terasa lelah.
Lebih lanjut, kelelahan juga bisa menjadi tanda awal dari berbagai masalah kesehatan lainnya, seperti flu, depresi, penyakit paru yang menghalangi pernapasan, penyakit jantung, dan penyakit ginjal.
Jika perasaan lelah tidak membaik dalam beberapa minggu atau disertai gejala seperti kesulitan bernapas, jantung berdebar-debar, perubahan berat badan yang sangat drastis, atau masalah suasana hati, sebaiknya segera berbicara dengan dokter.
Penulis: Ocha
Editor : Bahana.