Mulai dari makanan berat bersantan, gorengan, hingga camilan manis, semuanya bisa membuat siapa pun tergoda untuk makan berlebihan.
Namun, kebiasaan makan tanpa kontrol justru bisa mengganggu kesehatan dan membuat badan terasa kurang nyaman keesokan harinya.
dr. Yohannessa Wulandari, MGizi, SpGK dari RS St. Carolus Salemba menekankan bahwa kunci utama agar tidak kalap makan saat malam Tahun Baru justru terletak pada kesadaran diri sendiri.
Menurutnya, menjaga pola makan bukan soal larangan ketat, tetapi lebih kepada kemampuan memilih porsi dan jenis makanan dengan bijak.
Menurut dr. Yohannessa, ketika berhadapan dengan banyak pilihan makanan, tidak perlu menghindari semuanya, tetapi mengatur porsi sedemikian rupa agar tubuh tetap merasa puas tanpa harus berlebihan.
Misalnya, mencicipi sedikit demi sedikit dari beragam menu bisa menjadi strategi lebih baik daripada mengambil semuanya sekaligus.
Selain itu, ia menyarankan agar kita lebih selektif memutuskan makanan mana yang akan dinikmati dalam jumlah lebih besar.
Jika tersedia opsi makanan digoreng sekaligus pilihan yang lebih sehat seperti sayur rebus, sup, atau ikan yang dikukus, sebaiknya porsi utama diambil dari menu yang lebih bernutrisi, sementara makanan digoreng cukup dicicipi sedikit saja.
Dr. Yohannessa juga mengingatkan bahwa makan dengan kesadaran penuh (mindful eating) membantu tubuh lebih cepat menyadari rasa kenyang.
Artinya, makan perlahan dan memberi waktu pada tubuh merasakan setiap suapan membuat otak punya kesempatan untuk memberi sinyal kenyang lebih optimal, sehingga porsi yang diambil menjadi lebih seimbang.
Strategi sederhana ini bisa membuat malam Tahun Baru tetap menyenangkan tanpa harus berakhir dengan perasaan menyesal karena makan berlebihan.
Menikmati suasana hangat bersama orang tersayang dan memilih makanan yang tepat mampu mendukung pengalaman Tahun Baru yang sehat secara fisik dan emosional.
Writer Naela Alfi Syahra
Editor : Bahana.