Istilah seperti Hot Girl Walk dan Japanese Walking ramai dibicarakan di media sosial dan komunitas wellness karena memberi nuansa baru pada rutinitas bergerak yang sederhana namun punya manfaat besar bagi tubuh dan pikiran
Hot Girl Walk lahir dari ranah viral di platform seperti TikTok. Tren ini mendorong orang untuk melakukan jalan kaki sekitar 6–7 kilometer sambil melakukan refleksi diri, afirmasi positif, dan fokus pada hal-hal yang bersifat menyemangati.
Konsepnya lebih dari sekadar olahraga: peserta diajak menikmati momen berjalan, memikirkan tujuan hidup, mensyukuri pencapaian, dan merasakan koneksi dengan lingkungan sekitar saat kakinya melangkah.
Gaya ini menjadi caranya sendiri untuk memperbaiki suasana hati sekaligus menjaga kebugaran fisik.
Di sisi lain, Japanese Walking juga mencuri perhatian sebagai tren kebugaran yang lebih struktural.
Teknik ini berasal dari penelitian di Jepang yang memadukan jalan cepat dan jalan santai secara bergantian dalam satu sesi berjalan selama sekitar 30 menit.
Beberapa versi metode ini menggabungkan periode jalan cepat sekitar tiga menit dan jalan santai tiga menit berikutnya, diulang beberapa kali untuk memberi tantangan berbeda pada tubuh.
Cara ini ternyata mampu meningkatkan kebugaran jantung, kondisi metabolisme, serta kekuatan otot kaki lebih efektif dibanding jalan santai biasa.
Kedua tren itu muncul di tengah kesadaran masyarakat akan pentingnya aktivitas fisik harian yang sederhana, mudah diakses tanpa perlu alat maupun keanggotaan gym.
Influencer dan komunitas digital memopulerkan tren berjalan ini sebagai bagian dari gaya hidup modern yang inklusif, di mana siapa pun bisa ikut tanpa harus jadi atlet atau punya jadwal latihan khusus.
Trek favorit Hot Girl Walk sering kali melewati area hijau, taman kota, atau trotoar sekitar rumah, sedangkan Japanese Walking menekankan pada ritme dan intensitas supaya manfaat kesehatannya makin terasa.
Manfaat dari tren berjalan ini pun cukup luas. Jalan kaki rutin membantu menjaga kesehatan jantung, memperbaiki suasana hati, menurunkan risiko penyakit kronis, serta membantu manajemen berat badan jika dilakukan konsisten.
Bahkan tanpa teknik khusus, berjalan kaki secara teratur sudah bisa menurunkan stres dan memperbaiki kualitas tidur dampak yang selalu dicari banyak orang di tengah padatnya rutinitas harian.
Intinya, di 2025 jalan kaki bukan lagi sekadar gerak biasa. Dari rutinitas santai hingga pola yang lebih terstruktur, pilihan seperti Hot Girl Walk dan Japanese Walking memberi opsi bagi siapa pun yang ingin hidup lebih aktif.
Tanpa perlu alat mahal atau tempat khusus, hanya dengan sepatu yang nyaman, setiap langkah bisa jadi kontribusi besar bagi kesehatan dan kebugaran.
Writer Naela Alfi Syahra
Editor : Bahana.