Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Instruktur Lari Respons Positif Tren Jalan Kaki Mubeng Beteng; Biar Sehat Harus Ada Patokan, Minimal 30 Menit Sekali Jalan

Adib Lazwar Irkhami • Sabtu, 13 Desember 2025 | 03:55 WIB

 

Indah Lupita Sari  (Intruktur lari asal Jogja)
Indah Lupita Sari  (Intruktur lari asal Jogja)


JOGJA - Fenomena lari atau jalan kaki mubeng beteng sebagai opsi olahraga, mendapatkan respons positif dari kalangan pegiat olahraga. Sebab, aktivitas itu dinilai berhasil membangun budaya gerak yang inklusif dan efektif di tengah masyarakat.


Salah seorang intruktur lari asal Jogja, Indah Lupita Sari menilai maraknya tren jalan kaki, dalam hal ini di kawasan Jeron Beteng sebagai hal positif. Sebab, jalan kaki merupakan bentuk olahraga low impact atau olahraga yang tidak berisiko tinggi.


Kegiatan ini juga menjadikan pilihan yang lebih aman dan mudah diakses dibandingkan dengan olahraga yang memiliki intensitas tinggi seperti lari. "Karena kalau olahraga berat kayaknya sasarannya lebih ke olahragawan," jelasnya kepada Radar Jogja, Jumat (5/12).


Indah juga menjelaskan, kelebihan utama olahraga jalan kaki bisa merangkul semua kalangan usia. Sebab, mantan atlet jalan cepat Jogja ini sering melihat orang tua, anak muda, hingga pasangan dengan anak-anak terlibat dalam aktivitas itu.


Sehingga, fenomena ini berhasil menggabungkan olahraga masyarakat dengan budaya sosial yang ada. Selain memiliki manfaat fisik berupa peningkatan kebugaran, Indah menyebut jalan kaki juga terbukti mampu membakar kalori, asalkan dilakukan dengan durasi yang tepat.


"Kalau jalannya lebih banyak atau lebih jauh, itu juga termasuk membakar kalori," tegasnya.  Tak hanya itu, bagi Indah, aktivitas jalan kaki mubeng beteng ini juga menawarkan keuntungan secara ekonomi.


Jalan kaki dinilai simpel dan hemat biaya. Serta memungkinkan masyarakat mendapatkan kebugaran tanpa harus mengeluarkan biaya besar untuk fasilitas olahraga atau gym.


Sebagai seorang instruktur, Indah menyarankan olahraga jalan kaki harus dilakukan dengan patokan waktu tertentu. Ini agar manfaatnya maksimal sebagai aktivitas kebugaran. "Jalan kaki itu minimal 30 menit sudah dikatakan olahraga dan bisa membakar kalori," tuturnya. 


Meski begitu, Indah juga menilai fenomena jalan kaki mubeng beteng ini tetap memiliki suatu kekurangan. Misal semakin ramai para pejalan kaki yang beraktivitas di suatu tempat, kadang membuat jalanan di situ sedikit terhambat atau macet. "Negatifnya cuma mungkin itu aja sih," cetusnya. 


Walaupun memiliki sisi positif dan negatif, tapi secara umum Indah berharap tren jalan kaki mubeng beteng ini dapat terus dilakukan oleh masyarakat. Sebab, fenomena itu dapat membangun budaya gerak yang lebih sehat di lingkungan masyarakat Jogjakarta. 


"Jalan-jalan ini tuh semua bisa ngelakuin. Jadi udah dapat sehat, kadang juga bisa nongkrong di situ. Tapi tetap harus ada patokannya, jangan asal jalan aja," ujarnya. (ayu/laz)

Editor : Herpri Kartun
#instruktur #lari #Olahraga