Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Hopeful Bias, Di Balik Kesempatan Kedua dan Luka yang Berulang dalam Kasus Perselingkuhan

Magang Radar Jogja • Rabu, 26 November 2025 | 18:18 WIB
Ilustrasi Perselingkuhan.
Ilustrasi Perselingkuhan.

 

RADAR JOGJA - Belakangan ini kasus perselingkuhan selalu menjadi isu yang ramai diperbincangkan dan memicu banyak pro dan kontra.

Menariknya, korban perselingkuhan sering memilih untuk tetap bertahan dan melanjutkan hubungan dengan pasangannya walaupun telah dikhianati.

Dalam dunia psikologi, hal ini disebut Hopeful Bias, yaitu kondisi ketika seseorang lebih mempercayai harapan dan berekspektasi pada kemungkinan terbaik di masa depan, daripada melihat fakta yang terjadi di hadapannya saat ini.

Pada sebuah hubungan, Hopeful Bias biasanya muncul lewat keyakinan seperti, “aku percaya dia bakal berubah” atau “nanti setelah kita menikah pasti semuanya akan baik baik saja”.

Bahkan di sosial media, kita kerap melihat istilah seperti “people change” atau “it's just a phase”, yang sebenarnya hal tersebut juga menunjukkan adanya hopeful bias.

Situasi seperti ini akan semakin rumit apabila hubungan sudah terjalin lama, menyimpan banyak kenangan emosional, serta sedang berada di tahap serius seperti persiapan menikah.

Menurut data dari Journal of Sex and Marital Therapy, fenomena ini umum terjadi.

Sebanyak 21,8% korban perselingkuhan memilih mempertahankan hubungan dan memaafkan pasangannya, meskipun mereka sadar akan risiko bahwa perilaku tersebut dapat terulang.

Namun pada akhirnya, setiap orang memiliki batas toleransi masing-masing dalam hubungan.

Memberikan kesempatan kedua bukanlah kesalahan, selama disertai perubahan nyata dan bukan hanya harapan kosong.

Sebab hubungan yang sehat seharusnya membawa pertumbuhan dan kedewasaan, bukan menjerumuskan pada siklus sakit hati yang berulang. (Desfina Citra)

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Hopeful Bias #korban perselingkuhan #kesempatan kedua #luka #psikologi #perselingkuhan #kasus