RADAR JOGJA - Keinginan untuk makan junk food sering muncul begitu saja tanpa alasan.
Di balik keinginan kuat untuk menikmati makanan manis, asin, dan berlemak, tubuh sebenarnya sedang mengirim sinyal tentang apa yang dibutuhkan oleh tubuh kita.
Setiap keinginan dapat menjelaskan kebutuhan nutrisi, kondisi emosi, atau pola hidup yang kurang seimbang.
Misalnya, craving cokelat manis akan muncul ketika tubuh kita membutuhkan magnesium.
Untuk pilihan yang lebih sehat, kita dapat memenuhi keinginan tersebut dengan mengonsumsi alpukat, pisang, kacang mete, dan yoghurt.
Ketika kita merasa haus berlebih, pusing, mulut kering, dan badan lemas itu adalah tanda bahwa tubuh kita dehidrasi sehingga craving minuman manis.
Meski begitu cara untuk mengatasinya adalah segera minum air putih yang cukup serta menghindari minuman dengan kandungan tinggi gula yang hanya memuaskan dahaga sementara.
Sementara itu, craving roti, cake, dan karbohidrat tinggi gula lainnya disebabkan karena tubuh kita kekurangan protein, vitamin B, atau kromium.
Alternatif untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan mongonsumsi ayam, telur, daging, dan sayuran hijau.
Craving gorengan dan makanan asin seringkali menunjukkan bahwa kebutuhan kalsium menurun akibat kurang minum atau aktivitas fisik berat.
Solusi sehat yang dapat dilakukan adalah memperbanyak minum air dan mengonsumsi makanan sumber kalsium seperti yoghurt, tahu, tempe, atau sayuran hijau.
Sedangkan craving es krim dapat muncul saat tubuh kekurangan zat besi dan vitamin A.
Dengan rutin mengonsumsi daging merah, telur, brokoli, bayam dan ubi jalar akan membantu memenuhi kebutuhan nutrisi sehingga dorongan untuk mencari makanan manis dan berlemak berkurang secara alami.
Craving terhadap beberapa jenis junk food bukan sekadar “lapar mata” saja,tetapi tubuh sedang berusaha memberikan petunjuk tentang kebutuhan nutrisinya.
Alih-alih mengikuti dorongan makan junk food, memahami penyebab craving dan memperbaikinya melalui pilihan makanan sehat dapat menjadi langkah bijak untuk menjaga kesehatan jangka panjang. (Desfina Citra)
Editor : Meitika Candra Lantiva