Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mengapa Perokok Sulit Disuruh Berhenti? Ini Alasannya!

Magang Radar Jogja • Kamis, 20 November 2025 | 17:10 WIB
Ilustrasi perokok.
Ilustrasi perokok.

RADAR JOGJA - Di balik kampanye kesehatan dan peringatan bahaya rokok yang gencar dilakukan, banyak perokok yang masih menghadapi tantangan besar untuk benar-benar berhenti.

Ternyata kesulitannya bukan hanya soal niat dan kemauan, lebih dari itu ada proses biologis yang membuat rokok memberi “hadiah” pada otak.

Sensasi yang ditimbulkan hadiah ini membuat perokok merasa senang dan secara perlahan menjadi ketergantungan seiring berjalannya waktu.

Hal ini dapat terjadi karena dalam tubuh kita terdapat neurotransmitter penting bernama acetylcholine, yaitu zat kimia yang bertugas menghubungkan antar sel saraf.

Nah, kandungan nikotin yang ada pada rokok mirip dengan acetylcholine.

Maka yang terjadi ketika seseorang merokok, nikotin yang masuk ke aliran darah akan menggantikan peran acetylcholine dengan cara yang jauh lebih cepat dan intens.

Nikotin menempel pada reseptor otak yang seharusnya diisi oleh acetylcholine, sehingga membuat sel-sel saraf mengirimkan sinyal dengan frekuensi dan intensitas yang lebih kuat dari biasanya.

Perasaan lebih tenang dan lebih fokus yang muncul setelah merokok adalah tipuan dopamin.

Nikotin membuat otak melepaskan dopamin secara cepat, sehingga munculah “hadiah” sesaat tersebut.

Begitu kadar nikotin menurun, tubuh mulai merasakan gelisah, sulit konsentrasi, dan keinginan untuk merokok kembali muncul.

Berhenti merokok bukanlah suatu hal yang mudah, karena nikotin telah mengikat otak dan menciptakan ketergantungan yang kuat.

Karena disaat berhenti, muncul gejala gelisah dan sulit fokus karena otak kehilangan keseimbangan neurotransmitter.

Oleh karena itu, selain kemauan, dibutuhkan pemahaman otak dan strategi yang tepat untuk memutus siklus kecanduan dan kembali hidup sehat. (Desfina Citra)

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#perokok #berhenti merokok #alasan #kampanye kesehatan #Perokok Sulit Disuruh Berhenti