RADAR JOGJA - Kumpeni Indonesia Coffee and Ice Cream menjadi salah satu tempat yang banyak memberikan lapangan pekerjaan paruh waktu untuk mahasiswa. Kafe di Notoprajan, Ngampilan, Jogja ini menyediakan posisi barista.
Tidak ada kriteria tertentu untuk yang mendaftar pekerjaan di sini. Seperti tinggi badan, batasan umur, dan keahlian khusus, tidak akan dilihat oleh pemberi kerja. Yang terpenting adalah niat untuk bekerja. “Dulu saya masuk sini benar-benar dari nol, nggak paham soal barista,” sebut salah satu barista Muhammad Yusril Baharudin Jumat (3/10).
Hanya saja, status paruh waktu membuat gaji yang diterima tidak maksimal. “Gajinya di bawah standar,” sambungnya.
Saat ini, ada tiga mahasiswa yang menjalani side hustle sebagai barista. Bekerja tanpa kontrak resmi, tidak jarang ada yang berhenti mendadak. “Udah capek di-training, baru beberapa minggu resign. Itu merepotkan," keluhnya.
Namun jika memiliki niat belajar, biasanya banyak yang bertahan. Apalagi menurutnya training sebagai barista di kafe tempatnya bekerja relatif simpel. "Tiga hari belajar dasar, selebihnya sambil jalan,” tutup Yusril.
Khusus untuk part time, jam kerja per hari tetap enam jam. Namun mereka hanya masuk 4-5 hari kerja. Sistem ini membuat mahasiswa tetap bisa menyesuaikan jadwal kuliah. “Misalkan full kuliah, bisa ambil shift malam. Jadi tetap aman,” ungkapnya. (cin/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita