JOGJA – Sebanyak 25 mahasiswa, yang 17 di antaranya mahasiswa asing, setiap hari berjalan hingga lima kilometer di kawasan Kotagede, Kota Jogja. Tujuannya untuk mendokumentasikan keunikan Kotagede. Mulai dari kerajinan perak hingga makanan khas kipo.
Mereka adalah mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dan tiga universitas di Malaysia dan dua universitas di Filipina. Hasil karyanya ditampilkan dalam pameran foto dokumenter bertajuk, Heritage Charm From Multicultural Lens. Kegiatan tersebut dilaksankan di Pelataran Masjid Gede Mataram Kotagede, Kota Jogja pada Rabu (6/8).
Person in Charge (Pameran Foto Heritage Charm From Multicultural Lens Senja Yustitia mengatakan, pameran tersebut memiliki misi untuk mengangkat budaya di Kotagede dari perspektif multikultural. “Sehingga foto-foto yang dipamerkan pun tidak hanya sekadar destinasi wisata di Kotagede,” ungkapnya.
Namun juga mengulas berbagai hal-hal unik yang ada di sisi selatan Kota Jogja itu. Misalnya seperti kehidupan sehari-hari masyarakat. Serta berbagai sejarah lain yang kemungkinan belum diketahui oleh banyak orang.
Senja membeberkan, ada 40 foto dengan lima topik berbeda yang ditampilkan dalam pameran itu.“Tujuannya kami ingin meng-capture Kotagede secara multikultural,” ujar Senja saat ditemui di sela pameran.
Menurut dia, lewat pameran foto itu ingin mengangkat warisan budaya di Kotagede lewat ilmu antropologi. Sehingga foto-foto yang ditampilkan pun mengangkat tema tentang sejarah dan sosial budaya masyarakat.
Misalnya seperti tentang bagaimana usaha kerajinan perak berjalan, lalu bagaimana proses usaha kuliner tradisional kipo, kemudian makna busana bahasa Jawa yang selama ini jadi ikon Kotagede, bangunan-bangunan bersejarah, serta jamu tradisional.“Untuk yang dikunjungi tidak destinasi wisata tapi penanda-penanda sejarah Kotagede,” katanya. (inu/pra)
Editor : Heru Pratomo