Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Menelisik Gebyok: Bagian dari Budaya, Artistik dan Elegan Dipadukan dengan Bangunan Modern

Anom Bagaskoro • Minggu, 29 Juni 2025 | 14:55 WIB
Gebyok.
Gebyok.

RADAR JOGJA - Gebyok menjadi benda legendaris bagi rumah adat Jawa.

Gebyok merupakan papan yang terbuat dari kayu dan dihiasi ornamen ukir-ukiran.

Gebyok umumnya menjadi papan penyekat atau pembatas ruangan.

Selain papan pembatas, beberapa jenis gebyok menjadi dekorasi penghias pintu pada rumah adat Jawa.

Gebyok pernah populer pada zamannya.

Pada era 1970-1990 an, gebyok masih menjadi material penyekat terbaik, sebelum bahan bangunan dari semen populer dan banyak digunakan masyarakat.

Gebyok Bagian dari Budaya

Bagi masyarakat Jawa, penggunaan gebyok masih dilestarikan.

Khususnya DIY penggunaan gebyok masih ditemukan di kalangan masyarakat dan menjadi bagian budaya masyarakat Jawa.

Pemilik Gebyok di yogyakarta, Riyadi Sunarto menyampaikan, kediamannya sengaja menggunakan gebyok sebagai material penyekat.

Pemilihan material ini, bukan tanpa sebab. Sebab dinilai lebih artistik.

"Lebih artistik dan kami menganggap itu sebagai warisan budaya," ucap Riyadi, Jumat (27/6/2025).

Pria yang juga menaruh minat di dunia kriya kayu ini mengaku, menggunakan gebyok sejak membangun rumah pertamanya.

Kini terdapat enam set gebyok yang masih terpasang di rumahnya.

Bahkan ada satu set gebyok yang memiliki umur lebih dari usianya kini.

Gebyok dipilih sebagai pengganti dinding konvensional, dengan alasan unsur artistik.

Lantaran, gebyok memperlihatkan serat kayu yang alami, tidak seperti tembok dengan catnya.

 

Artistik dan Fleksibel Diaplikasikan Bangunan Modern

Gebyok dinilai memiliki unsur seni mendalam, utamanya gebyok dengan ukiran dari pemahat.

Selain itu, gebyok cukup fleksibel jika diaplikasikan pada bangunan modern.

Memang gebyok biasanya sangat pas bila diaplikasikan dengan rumah joglo ataupun limasan.

Namun, seiring perkembangan zaman ternyata gebyok juga bisa dikombinasikan dengan rumah modern.

Sebagai pengguna gebyok, Riyadi mengaku lebih suka menggunakan gebyok dibanding batu bata.

Lantaran, gebyok memiliki celah-celah khusus yang bisa diatur saat pemasangan. Hal ini, memberikan ruang udara untuk masuk ke dalam rumah.

Selain itu, gebyok juga lebih mudah dalam pembongkaran.

Jika pemilik rumah hendak memperluas rumah, gebyok tinggal dibuka kunciannya dan dicopot.

Berbeda dengan tembok konvensional, yang memerlukan pembongkaran dengan cara merubuhkan dinding bata.

"Lebih artistik lagi kalau dapat gebyok kayu nangka," ungkapnya.

Selama puluhan tahun, ASN ini benar-benar merasakan manfaat penggunaan gebyok.

Bahkan melakukan penelitian mengenai bahan yang cocok untuk material gebyok.

Kayu nangka menjadi salah satu material yang bagus bila digunakan sebagai gebyok.

Berbeda dengan kayu jati yang biasa digunakan untuk perabot, kayu nangka justru lebih cocok untuk gebyok.

Dari segi keindahan, serat kayu nangka lebih halus.

Sedangkan dari segi kualitas, kayu nangka lebih tahan banting terhadap pemuaian, sekaligus tahan rayap.

"Gebyok yang saya punya ini produksi tahun 1901, jadi bisa dilihat keawetannya," ujarnya.

Riyadi mengungkapkan, keawetan gebyok bahkan mengalahkan tembok batu bata.

Tembok konvensional seringkali mengalami jamur tembok dan rusak akibat menyerap air. Kasus ini, tak akan dijumpai dari gebyok.

Bahkan jika telah berumur puluhan tahun.

Untuk menjaga keawetan gebyok, gebyok perlu divernis agar melapisi serat kayu.

Hal ini, akan memperpanjang masa pakai gebyok.

Sedangkan, pembersihannya cukup dilap dengan kain kering setiapntahunnya. Seperti merawat tembok konvesional dengan mengecat.

Hal yang sama juga diungkapkan Kelik Abuchori, pemilik gebyok yang tetap mempertahankan warisan budaya itu.

Walaupun hanya memiliki satu set gebyok, Kelik merawat gebyok warisan keluarganya dengan telaten.

Lantaran, gebyok merupakan warisan turun temurun.

"Selama ini tidak ada masalah, yang penting rutin dicek dan dibersihkan," ungkapnya. (gas)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Budaya #populer #Menelisik #klasik #dekorasi #elegan #gebyok #artistik