RADAR JOGJA - Di tengah gempuran konten hiburan yang serba cepat dan penuh sensasi, muncul sosok yang menawarkan sesuatu berbeda.
Vindy Lee, seorang chef sekaligus figur publik yang kini dikenal luas sebagai “Queen of Slay Chef” Indonesia.
Lewat gaya penyampaian yang elegan dan informatif, Vindy berhasil mencuri perhatian masyarakat bukan hanya karena kemahirannya memasak, tetapi juga karena komitmennya mengedukasi publik tentang sopan santun di meja makan.
Selama beberapa tahun terakhir, Vindy aktif membagikan berbagai konten edukatif seputar table manners internasional, etika makan tradisional, hingga tips menyajikan hidangan secara estetis.
Platform seperti Instagram, TikTok, dan YouTube menjadi panggungnya untuk menyebarkan nilai-nilai kesantunan dalam konteks kuliner dengan cara yang ringan, mudah dipahami, dan tetap menghibur.
Salah satu video yang viral adalah tutorial makan mie instan dengan teknik fine dining.
Ia menunjukkan bahwa makanan sederhana pun bisa disantap dengan cara yang anggun, tanpa harus meninggalkan kenyamanan budaya lokal.
Dalam salah satu video lainnya, ia mengajarkan cara menyantap ayam goreng dengan tangan tanpa kehilangan kesan sopan.
Pesannya sederhana namun mengena:
“Makan enak itu tidak harus jorok. Dengan sedikit usaha dan kesadaran budaya, kita bisa tampil percaya diri di meja makan mana pun.”
Gaya khas Vindy lembut, tegas, dan penuh estetika menjadi daya tarik tersendiri.
Ia kerap tampil dengan busana elegan saat memasak, memberi sentuhan glamor pada dapur rumahan.
Karisma ini membuatnya dijuluki warganet sebagai “chef paling proper se-Indonesia” dan bahkan “Madam Kuliner Tanah Air.”
Lebih dari sekadar tampilan, Vindy mengedukasi masyarakat soal budaya makan lintas negara, cara memegang sendok dan garpu di Eropa, menyantap sushi di Jepang, hingga etiket minum teh ala Inggris.
Ia juga membagikan trik menyajikan makanan di rumah agar terlihat mewah tanpa harus mengeluarkan biaya besar sebuah pendekatan yang sangat membumi dan aplikatif.
Konten-konten Vindy mendapat sambutan luas, terutama dari generasi muda yang mulai peduli pada etika sosial.
Tak sedikit institusi pendidikan dan komunitas kewirausahaan yang menggunakan video-video Vindy sebagai referensi dalam pelatihan kuliner dan etiket dasar.
Popularitas Vindy Lee bukan sekadar tren digital, tapi juga refleksi dari kebutuhan masyarakat akan edukasi yang berkelas dan menyenangkan.
Ia membuktikan bahwa nilai-nilai kesopanan masih relevan, bahkan di era digital yang serba spontan dan serampangan.
Lewat konsistensinya, Vindy menjadi figur yang menginspirasi, mengedukasi, dan mempercantik cara kita memandang budaya makan. (Tri Advent Siangkar)
Editor : Meitika Candra Lantiva