Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tak Hanya untuk Fans K-Pop, Random Play Dance Turut Menjamur di Kalangan J-Pop

Rizky Wahyu Arya Hutama • Sabtu, 31 Mei 2025 | 15:30 WIB

 

 

SERU: Acara Random Play Dance di salah satu mal di Kabupaten Sleman.
SERU: Acara Random Play Dance di salah satu mal di Kabupaten Sleman.

RADAR JOGJA - Random play dance (RPD) tidak hanya digandrungi oleh penyuka Korean Pop. Namun juga Japanese Pop (J-Pop). Konsepnya sama. Menari menggunakan lagu acak yang populer di media sosial, anime, maupun lagu pop dari Jepang.

 

"(Kalau, Red) dance biasanya dari Tik-Tok atau dari orang Jepang yang membuat dance tersebut," beber panitia event Jejepangan di Jogjakarta Rafly Hersa Pratama Jumat (30/5).

 Baca Juga: D3 Farmasi Paling Diminati, 2.139 Peserta Lolos SNBT Untidar Magelang

Khusus untuk RPD, panitia akan turut menyiapkan area acara yang cukup luas. Kemudian layar LED besar agar peserta bisa melihat langsung instruksi atau dance dari lagu tersebut. Tak hanya itu, panitia juga harus menyediakan sound system besar dan memiliki suara yang jernih.

 

"Sebenarnya tidak terlalu ribet persiapannya, tapi kebutuhannya (untuk acara, Red) banyak," tegasnya. 

 Baca Juga: Prediksi Antalyaspor vs Tabzonspor Turki Super Lig Sabtu 31 Mei Kick Off 00.00, H2H dan Susunan Pemain, Siapa Pemenangnya?

Bagi Rafly, fenomena RPD memang sangat bagus untuk memperbarui suasana event Jejepangan yang ada saat ini. Sebab selain untuk tempat berekspresi, RPD bisa jadi wadah membagikan lagu kesukaan para peserta ke banyak orang. "Ini hal yang baru di Jogja dan ini baru naik-naiknya," ungkapnya. 

 

Sementara itu, anggota Komunitas Anikarta Syahdan Hanif Yuhairi menjelaskan, RPD bisa dilakukan dan dinikmati oleh semua umur. Karena menurutnya, ada beberapa dance yang menggunakan lagu-lagu zaman dulu.

 

"Tapi sekarang kebanyakan diikuti oleh usia remaja sampai umur 30 tahun," bebernya.

 

Syahdan menilai, fenomena RPD merupakan cara yang efektif untuk meningkatkan interaksi dan menciptakan pengalaman yang lebih dinamis. Khususnya bagi para pengunjung di suatu tempat. Sebab dengan adanya RPD, mereka bisa ikut berpartisipasi aktif dalam RPD. "Kalau di Jogja, di mal lumayan sering," lontarnya. 

 Baca Juga: Catatan Buruk! Laporan BPK 2024, Sebanyak 557 Reklame di Kulon Progo Tak Berizin

Fenomena RPD, lanjutnya, juga menunjukkan bagaimana sub-budaya bisa beradaptasi dan berkembang. Serta menciptakan cara-cara baru bagi para penggemar untuk berekspresi dan berinteraksi.

 

Komunitasnya yang biasa ikut menjadi panitia event Jejepangan, lanjutnya, melihat tren RPD jadi sebuah sinyal. Bahwa ada energi baru yang bisa dioptimalisasi untuk ke depan. "Karena sedang populer di Jepang kami coba mengadaptasi itu di Jogja," tandasnya. (ayu/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#RPD #tren #Korean Pop #menari #japanese pop #j-pop #Random play dance #Dance #k-pop #jepang