RADAR JOGJA - Toga wisuda, yang kini identik dengan momen kelulusan di berbagai institusi pendidikan, memiliki sejarah panjang yang berakar dari tradisi gereja Katolik dan perkembangan akademik di Eropa.
Pakaian ini bukan sekadar simbol formalitas, tetapi juga mencerminkan perjalanan intelektual dan spiritual yang telah dilalui oleh para lulusan.
Asal Usul Toga
Kata "toga" berasal dari bahasa Latin tego, yang berarti "menutupi".
Pada era Romawi Kuno, toga merupakan pakaian formal yang dikenakan oleh warga negara Romawi sebagai simbol status sosial dan kehormatan.
Toga ini terbuat dari kain wol panjang yang dililitkan di tubuh dengan cara tertentu.
Seiring waktu, penggunaan toga meluas ke kalangan akademisi di Eropa pada Abad Pertengahan.
Universitas-universitas seperti Oxford dan Cambridge mulai mengadopsi toga sebagai pakaian resmi bagi mahasiswa dan dosen.
Awalnya, toga digunakan untuk melindungi tubuh dari suhu dingin di gedung-gedung batu yang tidak memiliki sistem pemanas.
Pengaruh Gereja Katolik
Pada abad ke-12 dan ke-13, banyak universitas di Eropa didirikan oleh gereja Katolik, dan pendidikan tinggi pada masa itu sangat terkait dengan institusi keagamaan.
Para mahasiswa dan dosen mengenakan jubah dan penutup kepala yang mirip dengan pakaian para pendeta Katolik.
Pakaian ini tidak hanya berfungsi sebagai pelindung dari cuaca dingin, tetapi juga mencerminkan kedisiplinan dan kesederhanaan yang dianut oleh gereja.
Evolusi Menjadi Simbol Akademik
Seiring berjalannya waktu, toga dan jubah yang awalnya digunakan oleh kalangan gereja mulai diadopsi oleh institusi pendidikan sebagai simbol akademik.
Universitas Oxford dan Cambridge adalah dua institusi pertama yang meresmikan penggunaan toga sebagai pakaian kelulusan pada sekitar tahun 1321.
Mereka bahkan membuat aturan yang melarang mahasiswa mengenakan pakaian berlebihan saat wisuda, sehingga toga menjadi pilihan yang ideal.
Makna Simbolis
Toga dan mortarboard tidak hanya berfungsi sebagai pakaian seremonial, tetapi juga memiliki makna simbolis yang mendalam:
• Kesetaraan: Dalam upacara wisuda, semua lulusan mengenakan toga yang seragam, mencerminkan kesetaraan di antara para akademisi tanpa memandang latar belakang sosial atau ekonomi.
• Prestasi Akademik: Pakaian ini melambangkan pencapaian dan dedikasi dalam menempuh pendidikan tinggi, serta penghormatan terhadap ilmu pengetahuan.
• Warisan Sejarah: Menggunakan toga dan mortarboard menghubungkan lulusan dengan tradisi akademik yang telah berlangsung selama berabad-abad, menegaskan kontinuitas dan penghargaan terhadap sejarah pendidikan.
Toga wisuda yang kita kenal saat ini merupakan hasil dari perpaduan antara tradisi gereja Katolik dan perkembangan akademik di Eropa.
Dari pakaian formal Romawi Kuno hingga simbol prestasi akademik modern, toga telah mengalami transformasi yang mencerminkan perjalanan panjang dunia pendidikan. (Adinda Fatimatuzzahra)
Editor : Meitika Candra Lantiva