Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Buang Tisu Toilet ke WC: Biasa Tapi Bisa Bahaya? Yuk, Cari Tahu!

Bahana. • Jumat, 25 April 2025 | 18:45 WIB

tisu toilet
tisu toilet
Membuang tisu toilet ke dalam kloset mungkin terdengar sepele. Tapi ternyata, kebiasaan ini punya dampak yang lebih besar dari yang kita kira, baik untuk saluran air, lingkungan, hingga kebiasaan masyarakat di berbagai belahan dunia.

Meski mayoritas tisu toilet memang didesain untuk larut dalam air, proses peluruhannya tidak selalu semudah yang dibayangkan.

Tisu Toilet Benarkah Mudah Terurai?

Memang betul, sebagian besar tisu toilet dirancang supaya mudah larut dalam air. Namun faktanya, hanya sekitar 95% yang benar-benar terurai selama proses pengolahan limbah.

Sisanya, sekitar 5%, akan berubah menjadi sludge, lumpur limbah yang menumpuk dan membutuhkan proses lanjutan.

Sludge dari tisu yang tidak terurai sepenuhnya bisa memperberat kerja instalasi pengolahan air limbah.

Kadang, lumpur ini akhirnya dibuang ke TPA atau bahkan digunakan sebagai pupuk di lahan pertanian.

Masalahnya, saat lumpur ini diurai oleh bakteri, gas rumah kaca seperti karbon dioksida ikut dilepaskan.

Memang jumlahnya kecil dari tiap orang, tapi bayangkan kalau ini dilakukan oleh miliaran orang di seluruh dunia, dampaknya terhadap lingkungan jadi cukup besar.

Masalah lain yang tak kalah penting adalah risiko terhadap saluran air, terutama pada rumah dengan instalasi pipa lama.

Terlalu banyak tisu, apalagi yang tebal dan mewah, bisa menyumbat saluran. Akibatnya? WC mampet, air meluap, bahkan bisa merusak struktur saluran air dan butuh biaya perbaikan yang tidak sedikit.

Tidak Semua Negara Menggunakan Tisu Toilet

Uniknya, tidak semua negara punya kebiasaan yang sama soal membuang tisu toilet. Di beberapa negara seperti Jepang, Korea Selatan, atau sebagian Eropa, penggunaan bidet (semprotan air) justru lebih umum.

Di negara-negara dengan sistem saluran air yang sempit atau tua, seperti di beberapa bagian Asia dan Amerika Latin, membuang tisu ke tempat sampah adalah hal yang lazim.

Ini bukan karena mereka kurang modern, tapi karena sistem saluran mereka tidak didesain untuk menghancurkan tisu seperti di negara-negara maju.

Tren penggunaan bidet kini semakin meningkat karena dianggap lebih higienis, lebih ramah kulit, dan tentu saja, mengurangi ketergantungan pada tisu toilet.

Selain itu, beberapa orang juga menggunakan kain lap khusus yang bisa dicuci ulang, meskipun ini memerlukan perawatan ekstra.

Ada juga yang memilih tisu basah, namun penting untuk dicatat bahwa tisu basah tidak boleh dibuang ke toilet karena bisa menyebabkan sumbatan parah.

Penulis: Abel Alma Putri

Editor : Bahana.
#tisu toilet