Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Modifikasi Motor Bore Up Bisa Membuat Mesin Cepat Panas dan Boros Bahan Bakar

Gregorius Bramantyo • Sabtu, 19 April 2025 | 16:10 WIB
Motor matic Vario biasa dipilih untuk modifikasi mesin bore up.
Motor matic Vario biasa dipilih untuk modifikasi mesin bore up.

RADAR JOGJA - Kapasitas mesin dengan ukuran blok yang lebih besar menyebabkan kenaikan dalam hal tenaga dan torsi. Hanya saja, dari performa yang meningkat tentu ada konsekuensi yang harus diterima pemilik motor. Salah satunya adalah mesin motor yang cepat panas dan boros bahan bakar.

Kasubditkamsel Ditlantas Polda DIY AKBP Widya Mustikaningrum mengingatkan bahwa secara hukum, modifikasi seperti bore up sudah melanggar spesifikasi standar pabrik. Artinya kendaraan tersebut tidak lagi sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Secara aturan sudah tidak sesuai spesifikasi karena sudah dimodifikasi, sudah tidak sesuai standar. Nanti kenanya di Pasal 285 atau 277 Undang-Undang Lalu Lintas,” katanya kepada Radar Jogja.

Widya menjelaskan, mesin motor yang sudah dimodifikasi dengan bore up dapat meningkatkan kecepatan kendaraan secara signifikan. Hal itu sebenarnya bisa berbahaya bagi keselamatan pengendara.

“Kalau motor sudah bore up, maka kecepatan maksimal motor bisa terus dipacu, padahal ruas jalan punya batas kecepatan maksimal,” ujarnya.

Menurutnya, lebih baik motor tidak dimodifikasi, apalagi dengan bore up. Sebab bisa menyalahi aturan dan berisiko tinggi. "Ibaratnya mengganti spion dengan ukuran yang lebih kecil saja sudah melanggar aturan,” ucapnya.

Widya menambahkan, setiap kendaraan yang diproduksi pabrik telah melalui kajian dan uji yang ketat untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan. Oleh karena itu, modifikasi yang mengubah spesifikasi mesin berpotensi membahayakan pengendara dan orang lain di jalan.

Sebagai upaya pencegahan, pihak kepolisian mengedepankan tindakan preemtif dengan edukasi kepada masyarakat. Selain itu, dalam upaya preventif, kepolisian juga rutin melakukan patroli dan mengimbau pengendara yang menggunakan motor yang telah dimodifikasi untuk tidak melanjutkan kebiasaan tersebut.

Meski demikian, Widya mengakui penegakan hukum terhadap modifikasi bore up tidak mudah dilakukan. Sebab sulit membuktikan perubahan pada mesin yang terletak di bagian dalam.

“Kalau knalpot blombongan itu kelihatan kasat mata,” katanya.

Namun, apabila fenomena modifikasi bore up semakin marak, pihak kepolisian akan meningkatkan upaya penegakan hukum atau tindakan represif terhadap kendaraan yang dimodifikasi.

Widya juga mengingatkan bahwa kendaraan yang sudah dimodifikasi dengan bore up akan lebih rentan mengalami kerusakan. Sebab dipaksa untuk melebihi batas kecepatan normal yang sudah ditentukan.

Dia menyebut, efek dari modifikasi bore up pada motor adalah mesin menjadi lebih cepat panas atau overheat. Selain itu juga boros bahan bakar dan pelumas. “Yang akhirnya akan menjadikan mesin cepat rusak juga,” tandasnya. (tyo/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#kapasitas #bore up #kendaraan #motor #Performa #Tenaga #blok #POLDA DIY #sepeda motor #Mesin #kenaikan #Torsi #kecepatan