RADAR JOGJA - Modifikasi mesin bore up sudah lama dilakukan oleh para mekanik. Dalam dunia otomotif, modifikasi tersebut dulunya hanya dilakukan pada motor yang akan difungsikan sebagai motor perlombaan balap. "Saat ini tren tersebut naik karena banyak pemilik motor yang walaupun hanya dipakai harian minta untuk di-bore up," ujar pemilik bengkel motor GYN Manual Tech Garindra Tegar Indriansyah saat ditemui di bengkelnya, Dusun Totogan, Madurejo, Prambanan.
Baca Juga: Umat Katolik di Kota Jgja Turut Mengikuti Penghormatan Salib sebagai Rangkaian Ibadah Jumat Agung di Gereja Kristus Raja Baciro
Menurutnya, banyak pengguna motor matic yang ingin motornya di-bore up. Selain penasaran dengan sensasinya, kebanyakan mereka menirukan motor teman lain atau karena gengsi. Tak hanya matic, namun semua jenis motor di tangannya bisa dimodifikasi bore up. "Banyak Vario 125 yang minta bore up agar setara spesifikasi Vario 150," tuturnya.
Menurutnya proses modifikasi bore up relatif rumit. Modifikasi harus melalui tahapan penghitungan dan penggarapan yang matang untuk menekan gangguan pada mesin. "Standar ukuran piston Vario 125 itu sekitar 54 mm, kalau minta ganti blok set Vario 150 ya jadi sekitar 58 mm," ungkapnya.
Baca Juga: Fragmen Jalan Salib di GKJ Gondokusuman dengan Busana Jawa Ingatkan Teladan Tuhan Yesus
Salah satu tahapannya adalah melakukan porting lubang klep. Modifikasi tersebut dilakukan pada pembakaran internal mesin untuk memperbesar dan menghaluskan lubang masuk dan keluar gas bakar. Tujuannya untuk meningkatkan performa mesin.
"Bore up juga bisa disesuaikan seperti selera konsumen, memprofil ulang noken as, disesuaikan sesuai kebutuhan yang diminta konsumen. Apakah motor mau untuk harian atau balap," jelasnya.
Umumnya setelah dimodifikasi, konsumen mengganti bahan bakar minyak (BBM). Jika semula Pertalite beralih ke Pertamax. Dengan demikian, teknisi mesin harus menata kompresi atau RON (research octane number) kendaraan tersebut.
Baca Juga: XLSMART Resmi Berdiri, Kekuatan Baru Masa Depan Digital Indonesia
"Kalau sudah ditata harus konsisten, kalau diisi BBM yang tidak sesuai, performa menurun sampai berakibat piston jebol," tegasnya.
Dia menyebut, masih banyak lagi tahapan yang dilakukan dalam modifikasi bore up. Yakni menaikkan CC atau speed sepeda motor. Namun konsekuensinya adalah BBM yang dipakai akan semakin tinggi. "Umumnya mekanik juga akan mengganti injektor supaya suplai BBM efektif dan tidak membuat kering," sebutnya.
Gayon, sapaan akrabnya, telah menggarap puluhan bahkan ratusan motor untuk modifikasi bore up. Harga yang ditawarkan pun bervariasi, menyesuaikan kebutuhan konsumen. "Rata-rata ya sekitar Rp 400 ribu hingga Rp 700 ribu, penggarapan minimal seminggu," jelasnya.
Baca Juga: APKJ Ajak Pelaku Usaha Utamakan Transformasi Digital dalam Mengembangkan Bisnis
Kelebihan dari bore up mesin, lanjutnya, menambah tenaga dan kecepatan mesin. Tarikan motor lebih kencang, performa akselerasi meningkat, suara motor lebih padat, dan daya jelajah meningkat. "Kalau sudah bore up, otomatis sudah tidak bisa dikembalikan ke semula seperti pabrikan," pesannya. (oso/eno)