RADAR JOGJA - Memodifikasi bagian mesin atau bore up menjadi salah satu pilihan bagi pengguna sepeda motor untuk meningkatkan tenaga kendaraannya. Namun, sepeda motor yang sudah di-bore up jarang digunakan untuk aktivitas harian karena cukup berisiko.
Salah satu pemilik sepeda motor bore up Hanung mengatakan, bore up memang menjadi salah satu cara agar kecepatan kendaraan bisa meningkat. Sebab istilah bore up memiliki arti mengganti beberapa suku cadang pada bagian mesin dengan tujuan mendongkrak tenaga.
Warga Sleman yang merupakan pengguna sepeda motor matic ini mengaku, memilih mem-bore up sepeda motor karena kecintaannya pada hobi balapan. Sehingga upaya bore up pun ditempuh agar sepeda motornya bisa melesat di jalanan.
Hanung mengakui, melakukan bore up sepeda motor memiliki berbagai risiko. Apalagi jika sepeda motor bore up digunakan untuk aktivitas sehari-hari. Sebab kecepatan motor akan meningkat dibanding ketika kendaraan masih dalam keadaan standar pabrik.
Baca Juga: Fragmen Jalan Salib di GKJ Gondokusuman dengan Busana Jawa Ingatkan Teladan Tuhan Yesus
“Kalau boleh saya bilang sepeda bore up lebih baik digunakan untuk keperluan untuk balapan, jangan digunakan untuk kendaraan bekerja atau sekolah,” ujar pemuda 29 yang hobi otomotif ini.
Hanung pun mengungkap, biaya untuk mem-bore up sepeda motor matic juga tidak murah. Sebab untuk piston dan blok mesin saja harganya bisa mencapai jutaan rupiah. Belum lagi suku cadang lain seperti roller dan pulley pada bagian transmisi.
Baca Juga: XLSMART Resmi Berdiri, Kekuatan Baru Masa Depan Digital Indonesia
Selain memerlukan biaya besar, kata dia, konsumsi bahan bakar untuk kendaraan yang sudah di-bore up juga biasanya lebih banyak. Selain itu, dengan meningkatnya kapasitas mesin juga berdampak lebih cepat panasnya bagian mesin.
Sehingga, menurut Hanung, sepeda motor bore up sangat tidak cocok jika digunakan untuk kegiatan sehari-hari. Sebab banyak sekali risiko yang mungkin bisa dihadapi oleh pengguna sepeda motor ketika berkendara di jalan raya.
“Motor bore up biasanya juga mesin cepat panas sehingga boros oli, itu bahaya jika digunakan untuk harian karena bisa membuat piston macet atau blok pecah,” ungkapnya. (inu/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita