RADAR JOGJA - Jamur dinding atau mold bukan sekadar masalah biasa, melainkan ancaman serius bagi kesehatan pernapasan, terutama di negara beriklim tropis seperti Indonesia.
Paparan spora jamur di lingkungan rumah yang lembap telah terbukti meningkatkan risiko asma, bronkitis, dan infeksi saluran pernapasan, khususnya pada anak-anak dan lansia.
Sebuah meta-analisis yang diterbitkan dalam PLOS ONE menunjukkan bahwa anak-anak yang tinggal di rumah lembap dengan keberadaan jamur memiliki risiko 40 persen lebih tinggi untuk mengembangkan asma dibandingkan dengan mereka yang tinggal di lingkungan bebas jamur.
Studi lain dalam Environmental Health Perspectives memperkirakan bahwa sekitar 21 persen kasus asma di AS dapat dikaitkan dengan kelembapan dan jamur di dalam rumah.
Di Indonesia, kondisi iklim tropis dengan kelembapan tinggi, terutama saat musim hujan, menciptakan lingkungan ideal bagi pertumbuhan jamur.
Menurut Hello Sehat, spora jamur seperti Cladosporium, Penicillium, dan Aspergillus dapat masuk ke dalam rumah melalui udara kotor dan tumbuh di area yang lembap, seperti dinding yang terkena kebocoran atau ventilasi yang buruk.
Paparan jamur tidak hanya memicu alergi dan iritasi, tetapi juga dapat memperburuk kondisi pernapasan yang sudah ada.
American Lung Association menyatakan bahwa menghirup atau menyentuh jamur dapat mengiritasi mata, kulit, hidung, tenggorokan, dan paru-paru, terutama bagi individu dengan penyakit paru kronis seperti asma atau COPD.
Untuk mencegah pertumbuhan jamur di rumah, disarankan untuk mengontrol kelembapan dengan menggunakan dehumidifier, memastikan ventilasi yang baik, serta segera memperbaiki kebocoran air.
Membersihkan area yang terkena jamur dengan larutan anti-jamur juga dapat membantu mengurangi risiko kesehatan.
Dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya kualitas udara dalam ruangan, terutama setelah pandemi COVID-19, menjaga rumah bebas dari jamur menjadi langkah krusial dalam melindungi kesehatan pernapasan seluruh anggota keluarga. (Affan Yunas Hakim)
Editor : Meitika Candra Lantiva