Pemilik usaha Sewa Iphone Nusantara Kasyful Albab Al Musthofa menyebut, apabila umumnya sehari hanya ada 15 penyewa. Saat lebaran bisa meningkat hingga 30 penyewa.
"Sampai kehabisan. Jadi enggak bisa nyewa, harus nunggu yang lain mengembalikan," katanya.
Menurutnya, salah satu faktor utama orang menyewa Iphone adalah karena gengsi. Mereka yang memiliki gawai jenis ini dianggap sebagai orang sukses.
"Kalau dibanding HP lain jelas ada kurang dan lebihnya. Tapi dianggapnya kalau bawa Iphone itu orang yang punya privilese," tambah Kasyful.
Terlebih, di momen lebaran banyak orang yang ingin mendokumentasikan acara keluarga. Bisa juga momen liburannya.
Kasyful menyebut, Iphone yang paling laris disewa adalah jenis XR karena harganya paling murah. Selain itu, iPhone 11 yang memiliki kamera boba.
Dia sendiri menyediakan penyewaan mulai Rp 10 ribu untuk tiap jamnnya. Ada pula sewa harian mulai Rp 80 ribu.
"Nanti dapat HP, charger, casing, dan pouch untuk wadah agar aman," tambahnya.
Para pelanggannya nanti bisa menggunakan Iphone ini dengan bebas. Termasuk memasukan media sosial mereka, kecuali untuk akun iCloud.
"Pendapatan bisa dua kali lipat. Kalau per bulan Rp 20 juta sampai Rp 25 juta, ini bisa sampai Rp 50 juta," jelasnya.
Kasyful menambahkan, menyewa iPhone ini layaknya menyewa mobil. Sebenarnya tdak hanya karena gengsi, tapi karena butuh. Misalnya, untuk turnamen gim online, seperti Mobile Legends dan Free Fire.
"Ada juga yang sewa untuk bikin konten sinematik buat usahanya," tambah dia.
Laki-laki yang memulai usahanya sejak 2023 ini menyebut, untuk menyewa Iphone ini syaratnya mudah.
Cukup membawa identitas, yakni KTP atau SIM. Lalu ditambah identitas lain, seperti STNK, akta kelahiran, atau Kartu Keluarga.
"Paling banyak penyewa usia 17 sampai 30 tahun. Kadang anak SMP juga," katanya. (del)
Editor : Bahana.