Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sisi Kelam Fast Fashion yang Tidak Disadari dan Mengkhawatirkan bagi Lingkungan. Simak Penjelasannya!

Meitika Candra Lantiva • Kamis, 3 April 2025 | 01:18 WIB
Fenomena Fast Fashion.
Fenomena Fast Fashion.

RADAR JOGJA - Fast fashion adalah industri yang menghadirkan pakaian dengan desain terbaru dan harga murah secara cepat, namun fenomena ini membawa berbagai dampak negatif, terutama pada lingkungan dan pekerja di negara berkembang.

Meskipun fast fashion memberikan kemudahan dalam berbelanja, kita harus sadar bahwa konsumerisme berlebihan memiliki konsekuensi besar.

Dampak Terhadap Lingkungan

Fast fashion berkontribusi besar terhadap kerusakan lingkungan di berbagai aspek, mulai dari polusi air hingga limbah tekstil.

Industri tekstil menggunakan banyak air untuk produksi pakaian.

Proses pewarnaan dan pencetakan menghasilkan limbah kimia yang mencemari sungai dan badan air lainnya.

Menurut data UN Environment, sekitar 20% dari polusi air global berasal dari industri tekstil.

Fast fashion menyumbang sekitar 10% dari emisi karbon dunia, yang lebih banyak dari sektor penerbangan dan pelayaran gabungan.

Proses produksi, transportasi, dan distribusi pakaian dalam skala besar memerlukan bahan bakar fosil yang menyebabkan peningkatan emisi gas rumah kaca.

Fast fashion mendorong konsumerisme berlebihan, di mana banyak orang membeli pakaian dalam jumlah besar dan hanya menggunakannya sebentar sebelum membuangnya.

Setiap tahun, diperkirakan 92 juta ton limbah tekstil dihasilkan secara global, dan sebagian besar dari pakaian tersebut berakhir di tempat pembuangan akhir.


Eksploitasi Tenaga Kerja


Di balik harga murah fast fashion, terdapat kenyataan bahwa banyak pekerja di negara berkembang yang dieksploitasi.

Pekerja di pabrik-pabrik fast fashion sering bekerja dalam kondisi yang tidak aman, dengan jam kerja yang panjang dan upah yang sangat rendah.

Banyak dari mereka bekerja di negara-negara dengan regulasi ketenagakerjaan yang lemah, yang membuat mereka rentan terhadap eksploitasi.

Beberapa pabrik di negara berkembang juga dikenal mempekerjakan anak-anak untuk memproduksi pakaian dengan biaya yang sangat murah.

Hal ini menambah beban sosial dan menciptakan masalah etika dalam rantai pasokan fast fashion.


Fast fashion menawarkan kenyamanan dan harga murah, namun dampaknya terhadap lingkungan dan sosial sangat besar.

Proses produksi yang cepat, penggunaan bahan kimia, serta pengelolaan limbah yang buruk memperburuk kerusakan lingkungan, sementara pekerja sering kali dieksploitasi dalam kondisi yang tidak manusiawi.

Oleh karena itu, penting untuk mulai mempertimbangkan pilihan yang lebih berkelanjutan, seperti membeli pakaian berkualitas, mendukung brand yang beretika, atau bahkan mempertimbangkan pakaian bekas untuk mengurangi dampak negatif dari industri fast fashion. (Adinda Fatimatuzzahra)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#industri tekstil #fast fashion #penjelasan #produksi pakaian #konsumerisme #dampak negatif #lingkungan #mengkhawatirkan