Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Setelah Ramadan dan Lebaran, Kelakuan Harus Berubah Dong! Ini 9 Cara Menjadi Berwibawa dan Kharismatik Menurut Rasulullah SAW

Bahana. • Senin, 31 Maret 2025 | 19:37 WIB

WAJIB: Ilustrasi sholat wajib bagi seorang muslim (ISTIMEWA)
WAJIB: Ilustrasi sholat wajib bagi seorang muslim (ISTIMEWA)
RADAR JOGJA - Menjadi pribadi yang berwibawa dan kharismatik di hadapan orang lain tentu merupakan keinginan banyak orang.

Wibawa yang kuat tidak hanya meningkatkan rasa hormat dari orang lain, tetapi juga mencerminkan karakter yang matang dan berintegritas.

Salah satu teladan terbaik dalam hal ini adalah Rasulullah Muhammad SAW. Beliau memiliki aura kharismatik yang mampu membuat orang-orang di sekitarnya terpana dan menaruh cinta serta rasa hormat kepadanya.

Berikut adalah sembilan cara membangun wibawa yang sering dilakukan Rasulullah semasa hidupnya:

1. Bicara Seperlunya

Rasulullah lebih banyak diam dan hanya berbicara jika memang ada keperluan. Hal ini menunjukkan kebijaksanaan dan menjaga agar setiap kata yang diucapkan memiliki makna yang berharga.
(HR. Muslim No. 68)

2. Menatap Lawan Bicara dengan Penuh Perhatian

Ketika berbicara dengan seseorang, Rasulullah senantiasa menghadapi lawan bicaranya secara langsung dan menatap matanya.

Ini mencerminkan rasa hormat dan perhatian terhadap orang yang diajak berbicara.
(HR. An-Nasai No. 5304)

3. Tidak Berdiri Lebih Dulu dari Lawan Bicara

Rasulullah tidak pernah terburu-buru meninggalkan percakapan.

Beliau tetap duduk sampai lawan bicaranya berdiri lebih dahulu, menunjukkan kesabaran dan penghargaan terhadap orang lain.
(Shahih Al-Adab Al-Mufrad, hal. 254)

4. Tidak Memotong Pembicaraan Orang Lain

Salah satu kebiasaan Rasulullah adalah mendengarkan pembicaraan orang lain dengan penuh perhatian dan tidak pernah memotongnya.

Sikap ini menunjukkan kesabaran dan penghormatan terhadap pendapat orang lain.
(Al-Muntaqa, hal. 72)

5. Tidak Gila Hormat dan Tidak Suka Dipuji Berlebihan

Baca Juga: Jadi Konten Rutin Tahunan, Kehadiran Duta Sheila on 7 Jadi Sasaran Jemaah Salat Idul Fitri untuk Berfoto, Netizen Salfok dengan Ini...

Rasulullah tidak pernah mencari pujian atau merasa lebih tinggi dari orang lain. Beliau mengajarkan untuk tetap rendah hati meskipun memiliki kedudukan tinggi.
(HR. Muslim No. 3002)

6. Tidak Bersandar saat Duduk di Hadapan Orang Banyak

Rasulullah selalu duduk dengan tegap dan tidak bersandar pada tiang atau dinding saat berada di depan umum. Sikap ini menunjukkan kesiapan dan kewibawaan dalam berinteraksi dengan orang lain.
(HR. Ad-Darimi No. 518)

7. Menggunakan Tangan saat Memberikan Isyarat

Ketika memberikan isyarat, Rasulullah selalu menggunakan tangan dan tidak pernah menggunakan mata atau alisnya.

Hal ini mencerminkan kesopanan dan kejelasan dalam berkomunikasi.
(HR. Muslim No. 840)

8. Tidak Tergesa-Gesa dalam Bertindak

Rasulullah selalu bertindak dengan tenang dan tidak tergesa-gesa dalam mengambil keputusan. Sikap ini menunjukkan ketenangan, kebijaksanaan, dan kehati-hatian dalam setiap tindakan.
(HR. At-Tirmidzi No. 118)

9. Tertawa dengan Lembut

Rasulullah tidak pernah tertawa terbahak-bahak. Beliau selalu tersenyum atau tertawa dengan lembut, menunjukkan kesopanan dan keseimbangan emosi yang baik.
(HR. At-Tirmidzi)

Dengan menerapkan sembilan kebiasaan ini dalam kehidupan sehari-hari, kita bisa membangun wibawa yang kuat dan menjadi pribadi yang lebih dihormati serta disegani. Semoga bermanfaat!

Penulis: Samil Ngirfan Al Makki

 

Editor : Bahana.