RADAR JOGJA - Masyarakat dalam dan luar negeri digegerkan oleh update terbaru ChatGPT-4o, di mana para penggunanya dapat menghasilkan foto dengan gaya Ghibli.
Foto yang awalnya biasa dapat diubah menjadi kartun dengan ciri khas studio Ghibli.
Tren ini menjadi viral dan banyak diikuti oleh orang-orang yang mengunggah versi miliknya, menciptakan fenomena FOMO.
Apalagi, caranya sangat mudah, hanya dengan mengunggah foto yang ingin diubah menjadi kartun atau animasi bergaya Ghibli, kemudian memasukkan prompt menggunakan versi terbaru, ChatGPT-4o.
Namun, tidak sedikit netizen yang menentang tren ini karena dianggap tidak menghormati pihak Studio Ghibli, mengingat tidak adanya izin resmi.
Selain itu, hasil yang dihasilkan AI dianggap sebagai duplikasi yang terlalu mudah tanpa usaha kreatif yang berarti.
Beberapa netizen menyuarakan kekhawatiran mereka terhadap semakin canggihnya AI, terutama dalam industri kreatif.
Mereka takut bahwa pekerja di bidang kreatif akan tergantikan oleh AI karena teknologi ini lebih murah, cepat, dan efisien.
Penolakan ini juga didasari oleh anggapan bahwa AI sering kali hanya meniru atau mengambil dari karya yang sudah ada.
Terlebih lagi, jika kontennya berupa gambar yang dihasilkan oleh AI, hal ini dinilai sebagai bentuk pencurian.
Oleh karena itu, banyak netizen menolak tren ini dengan alasan bahwa jika dibiarkan, industri kreatif bisa terancam di masa depan.
Sejumlah artis dan warganet turut menyuarakan pendapat mereka terkait fenomena ini.
Sheila Dara, aktor Indonesia yang dikenal melalui film Jatuh Cinta Seperti di Film-Film (2023), Noktah Merah Perkawinan (2022), dan Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (2019), mengungkapkan keresahannya melalui platform X:
"Sori party pooper, tapi ku sed deh liat Ghibli style bisa di-generate dengan AI ini… nyari style yang ikonik gitu kan pasti melewati proses kultivasi bertahun-tahun ya… trus ini emang ada consent-nya kah dari creator-nya…?”
Senada dengan itu, akun @puty juga mengungkapkan pendapatnya:
"Ghibli this, Ghibli that. Bukan hanya masalah ketidaksetujuan Hayao Miyazaki pada AI-generated art, tapi AI ini juga berbahaya bagi lingkungan.
Padahal Hayao Miyazaki adalah aktivis lingkungan hidup, dan film-filmnya selalu punya pesan mendalam soal keserakahan dan kapitalisme ????. I found it utterly disrespectful.
Buat yang belum kenal Ghibli, coba deh kenalan. Kalau sudah nonton Spirited Away (2001) tapi merasa masih terlalu subtle isu lingkungan dan greed-nya, coba nonton Princess Mononoke (1997).”
Hayao Miyazaki, salah satu pendiri Studio Ghibli (Spirited Away, The Wind Rises, dan lain-lain), pernah menyatakan ketidaksukaannya terhadap AI beberapa tahun lalu.
Meskipun pernyataannya kembali ramai diperbincangkan di media sosial, hingga kini belum ada tanggapan resmi dari Studio Ghibli.
Bahkan, beredar surat klarifikasi palsu terkait peristiwa ini.
Debat mengenai AI-generated image terus berlangsung dengan pro dan kontra yang kuat.
Ada pihak yang menolak karena AI dianggap bisa menggantikan manusia dan membuat kreativitas berkurang.
Sementara itu, ada juga yang menerima teknologi ini sebagai bagian dari perkembangan zaman yang tak terhindarkan.
Oleh karena itu, perdebatan ini bukan hanya soal teknologi, tetapi juga menyangkut etika, moral, dan norma.
Pertanyaannya kini, apakah ke depannya akan ada regulasi yang mengatur penggunaan AI agar tidak merusak atau menggantikan, melainkan hanya menjadi alat bantu bagi manusia? (Faiq Rivaldy)
S