RADAR JOGJA - Pernah nggak sih kamu melihat orang yang jarang olahraga, tapi tetap kurus? Sementara ada juga orang yang sudah rutin berolahraga dan menjaga pola makan, tapi berat badannya tetap sulit turun.
Kok bisa? Ini penjelasannya!
Faktor Genetik Mempengaruhi Metabolisme
Metabolisme adalah proses tubuh mengubah makanan menjadi energi.
Setiap orang punya tingkat metabolisme yang berbeda.
Perbedaan tingkat metabolisme banyak dipengaruhi oleh faktor genetik.
Orang dengan metabolisme basal (BMR) yang tinggi membakar lebih banyak kalori bahkan saat istirahat.
Menurut studi yang diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition, BMR seseorang bisa berbeda hingga 500 kalori per hari hanya karena faktor genetik jumlah tersebut setara dengan satu porsi nasi padang!
Selain itu, orang yang memiliki lebih banyak massa otot secara alami juga membakar lebih banyak kalori dibandingkan mereka yang lebih banyak memiliki lemak tubuh.
Jadi, meskipun malas olahraga, kalau mereka sudah punya komposisi tubuh yang cenderung berotot, pembakaran kalori tetap tinggi.
NEAT: Olahraga Terselubung dalam Aktivitas Sehari-hari
Banyak orang tidak sadar bahwa mereka tetap aktif secara fisik meskipun tidak secara khusus berolahraga.
Konsep ini disebut Non-Exercise Activity Thermogenesis (NEAT), yang mencakup aktivitas sehari-hari seperti berjalan kaki ke kantor, naik-turun tangga, atau sekadar mondar-mandir saat teleponan.
Orang dengan tingkat NEAT tinggi bisa membakar hingga 350 kalori lebih banyak per hari dibandingkan mereka yang lebih banyak duduk diam.
Jadi, kalau ada orang yang sering bergerak meskipun tidak berolahraga secara resmi, tubuhnya tetap membakar kalori dalam jumlah signifikan.
Pola Makan Tanpa Disadari
Banyak orang yang tetap kurus meskipun malas olahraga karena tanpa sadar mereka memiliki pola makan yang lebih baik.
Mereka mungkin tidak terlalu suka makanan tinggi kalori seperti gorengan dan makanan manis.
Kemudian mudah kenyang dan tidak makan dalam porsi besar.
Juga, lebih memilih makanan yang kaya serat dan protein tanpa harus diet ketat.
Sebuah penelitian menyebutkan bahwa orang yang lebih banyak makan makanan kaya protein dan serat cenderung merasa kenyang lebih lama.
Sehingga mereka secara alami mengonsumsi lebih sedikit kalori tanpa merasa kelaparan.
Faktor Hormonal
Hormon juga memegang peran besar dalam pengaturan berat badan.
Misalnya, hormon leptin berfungsi memberi sinyal kenyang ke otak, sedangkan hormon ghrelin memicu rasa lapar.
Beberapa orang secara genetik memiliki lebih banyak leptin dan lebih sedikit ghrelin, sehingga mereka tidak mudah lapar dan otomatis makan lebih sedikit.
Jadi, ada banyak alasan kenapa seseorang bisa tetap kurus meskipun malas olahraga.
Faktor genetik, metabolisme tinggi, kebiasaan NEAT, pola makan tanpa disadari, DAN hormon dalam tubuh turut mempengaruhi berat badan.
Namun ingat! tetap kurus bukan berarti sehat, Ya! Olahraga tetap penting untuk kesehatan jantung, kekuatan otot, dan keseimbangan hormon.
Jadi, meskipun berat badanmu stabil tanpa olahraga, tetap coba aktif bergerak,minimal dengan jalan kaki setiap hari atau melakukan stretching ringan di rumah.
Karena sehat bukan cuma soal angka di timbangan, tapi juga kualitas hidup yang lebih baik! (Sulthan Zidan)