Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mengenali People Pleaser, Ciri, Dampak dan Cara Mengatasi

Meitika Candra Lantiva • Senin, 20 Januari 2025 | 18:31 WIB
Ilustrasi People Pleaser.
Ilustrasi People Pleaser.


RADAR JOGJA - People pleaser adalah istilah yang sering digunakan untuk menggambarkan seseorang yang memiliki kecenderungan untuk berusaha menyenangkan orang lain, seringkali dengan mengorbankan kebutuhan atau keinginan pribadi.

Mereka cenderung berfokus pada perasaan orang lain dan berusaha keras untuk diterima atau diakui, bahkan jika itu berarti mengorbankan kebahagiaan atau kenyamanan diri sendiri.

Meskipun niat awalnya mungkin baik, menjadi people pleaser bisa berdampak buruk pada kesehatan mental dan fisik seseorang.

Tidak ada penyebab pasti yang menjadikan seseorang menjadi people pleaser.

Namun diketahui orang yang insecure dan memiliki trauma masa lalu cenderung akan tumbuh menjadi people pleaser.

Seorang people pleaser memiliki beberapa ciri yang bisa dikenali

1. Sulit untuk Mengatakan Tidak

People pleaser sering merasa cemas atau bersalah jika mereka harus menolak permintaan orang lain.

Mereka takut jika menolak, orang lain akan kecewa atau bahkan meninggalkan mereka.

2. Takut Ditolak atau Tidak Disukai

Rasa takut ditolak adalah pendorong utama bagi people pleaser.

Mereka merasa bahwa kebahagiaan orang lain lebih penting daripada kebahagiaan mereka sendiri, dan seringkali menghindari konflik untuk menjaga hubungan tetap harmonis.


3. Mengorbankan Kebutuhan Pribadi

Untuk memenuhi ekspektasi orang lain, people pleaser seringkali mengabaikan kebutuhan dan keinginan mereka sendiri.

Mereka akan memprioritaskan kepentingan orang lain, meskipun itu berarti merugikan diri mereka sendiri.

4. Perasaan Keletihan atau Stres

Karena selalu berusaha memenuhi harapan orang lain, people pleaser sering merasa kelelahan secara emosional dan fisik.

Mereka merasa harus selalu ada untuk orang lain, tetapi tidak menerima perhatian yang sama.

Meskipun orang dengan kecenderungan people pleaser sering terlihat sebagai individu yang baik hati dan peduli, ada beberapa dampak negatif yang dapat muncul dari perilaku ini.


1. Kesehatan Mental Terpengaruh

Menjadi people pleaser dapat menyebabkan kecemasan, stres, dan perasaan tidak pernah cukup.

Ketika seseorang selalu mengutamakan orang lain, mereka dapat merasa tidak dihargai dan tidak diperhatikan.


2. Kehilangan Identitas Diri

People pleaser terlalu memikirkan untuk menyenangkan orang lain.

Hal ini bisa menyebabkan orang itu menjadi kurang sadar dengan apa yang mereka inginkan atau rasakan.

Sehingga bisa menyebabkan mereka kurang memahami kebutuhan atau siapa diri mereka.


3. Hubungan yang Tidak Seimbang

Jika terus-menerus berusaha menyenangkan orang lain, hubungan bisa menjadi tidak sehat dan tidak seimbang.

Orang lain mungkin mulai memanfaatkan kebaikan mereka, sementara people pleaser tidak mendapatkan dukungan atau perhatian yang sama.


Untuk mengatasi perilaku people pleaser, seseorang perlu belajar untuk mengenali kebutuhan dan batasan diri sendiri.

Beberpa cara yang bisa dilakukan untuk berhenti menjadi people pleaser seperti, membangun kepercayaan diri, belajar untuk menerima diri sendiri dan merasa nyaman dengan siapa kita.

Menghargai diri sendiri, dengan memahami bahwa kebutuhan kita juga penting dan berhak untuk dipenuhi.

Berlatih mengatakan tidak adalah langkah pertama untuk menghentikan kebiasaan selalu menyenangkan orang lain.

Meskipun keinginan untuk menyenangkan orang lain adalah hal yang baik, menjadi people pleaser yang berlebihan dapat merusak kesehatan emosional dan fisik seseorang.

Penting untuk menemukan keseimbangan antara menjaga hubungan dengan orang lain dan merawat diri sendiri. (Shofiyullah)

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Mengenali #ciri #Cara Mengatasi #kesehatan mental #dampak #berusaha menyenangkan orang lain #people pleaser