Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Main Basket dengan Pakaian Syari', Buktikan Bahwa Muslimah Juga Bisa Bergerak Bebas

Delima Purnamasari • Sabtu, 18 Januari 2025 | 04:00 WIB
FLEKSIBEL: Kegiatan Muslimah Basketball Jogjakarta saat bermain basket namun tetap menggunakan pakaian syar’i.
FLEKSIBEL: Kegiatan Muslimah Basketball Jogjakarta saat bermain basket namun tetap menggunakan pakaian syar’i.

 

RADAR JOGJA - Banyak masyarakat berpikir bahwa pakaian syar'i jadi penghalang untuk berkegiatan. Namun, tidak dengan Muslimah Basketball Jogjakarta. 

Komunitas ini menunjukkan bahwa dengan pakaian yang menutup aurat, perempuan tetap bisa bebas bergerak. Termasuk bermain basket. 

Penggagas Muslimah Basketball Jogjakarta Ajeng Najwa menjelaskan, komunitas ini berawal dari ketertarikannya bermain basket sejak sekolah. Namun, ketika dia mulai berhijrah, justru jarang memainkannya lagi. 

 Baca Juga: Belajar dari Fenomena El Nino 2024, Gunungkidul Mitigasi Dampak melalui Irigasi Perpompaan

"Teman-teman itu bukan enggak bisa, tapi enggak ada temannya," ucapnya. 

Di sisi lain, Najwa menilai basket adalah olahraga yang murah dan bisa diakses oleh semua orang. Tidak perlu peralatan khusus dan untuk biaya sewa lapangan bisa ditanggung bersama-sama. 

 Baca Juga: Mengenal Komunitas Berbagi Bites Jogja, Komunitas Food Rescue Pertama di Jogja

Dalam satu kali pertemuan, umumnya akan ada 40-50 orang yang hadir. Latihan ini dijadwalkan satu hingga dua kali seminggu. Setiap satu bulan sekali, juga diadakan tanding dengan komunitas atau klub lain. 

"Komunitas ini sudah tersebar hingga 14 kota dan Muslimah Basketball Jogjakarta jadi pencetusnya," ucapnya. 

 Baca Juga: Warga Srumbung Magelang Bawa Sajam Sandera Tujuh Keluarganya di Serambi Masjid, Ini Tuntutannya 

Najwa menjelaskan, memang ada beberapa perbedaan jika dibandingkan dengan basket umum. Salah satu yang mencolok ada pakaian. Apabila umumnya orang yang berolahraga menggunakan pakaian ketat dan pendek, mereka justru memilih pakaian yang longgar. 

 

"Longgar dan kainnya ringan. Dibuat lompat-lompat auratnya tetap terjaga. Tapi tetap bebas bergerak," ujarnya. 

 

Di sisi lain, seluruh pemainnya adalah perempuan. Najwa menyebut hal ini lantaran dalam agama Islam, laki-laki dan perempuan tidak bisa bercampur. 

"Dalam dunia pendidikan itu bisa berinteraksi dengan laki-laki. Tapi Alhamdulillah kami juga punya pelatih perempuan," katanya. 

Sementara terkait lapangan yang disewa, Najwa menyebut tidak ada kriteria khusus. Namun apabila ada yang tertutup, maka akan terasa lebih nyaman. 

Dia menegaskan, kegiatan dari Muslimah Basketball Jogjakarta dikemas dengan cara yang menyenangkan. Meski sedikit berbeda, Najwa menyebut basket tetap bisa dimainkan dengan cara yang menyenangkan. 

 Baca Juga: Ada Dugaan Tindak Pidana di Proyek Mini Zoo Purworejo, Kejari Naikkan Kasus ke Tahap Penyidikan

Menurutnya, hambatan utama mereka adalah tidak bisa bermain di kompetisi resmi. Hal ini karena pakaian mereka tidak sesuai standar dari federasi bola basket. Untuk itu, Muslimah Basketball Jogjakarta kerap kali membuat kompetisi internal sendiri. 

"Intinya kami ingin mewadahi teman-teman untuk bisa berolahraga secara syar'i," ucap Najwa. (del/eno) 

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#berhijrah #lifestyle #komunitas #Menutup Aurat #pakaian syari #Muslimah Basketball Jogjakarta #Olahraga #pakaian